Selamat membaca
Ide
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||
Showing posts with label Ide. Show all posts
Showing posts with label Ide. Show all posts

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW, Maulud Nabi, Muludan (bahasa Jawa), مولد النبي‎ (bahasa ArRab) adalah peringatan saat kelahiran Rasulullah Muhammad SAW yang di Indonesia dirayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun hijriyah. Maulid yang berasal dari kata Milad sendiri dalan bahasa Arab memang berarti hari lahir. Tujuan dari peringatan ini dapat dikatakan sebagai penghormatan, mengingat perjuangan, dan usaha bersholawat bagi Muslim yang merayakan kepada Nabi agung mereka.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
 
Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Selain tradisi yang dilakukan di daerah tertentu ada juga beberapa kegiatan yang dikatakan lebih modern seperti karnaval dan lomba-lomba yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad pada khususnya atau Islam pada umumnya.

فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-A'raf: 157)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangn-Nya (Demi Allah), tidaklah beriman salah seorang kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada diirnya, hartanya, anaknya, dan manusia seluruhnya." (HR. Al-Bukhari)

Di dalam al-Shahih disebutkan, Amirul Mukminin Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu kecuali diriku." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Tidak, wahai Umar, sehingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri." Lalu Umar berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu sehingga daripada diriku sendiri." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyahut, "Sekarang (baru benar) wahai Umar."

Demikianlah kita bersama tahu bahwa mencintai Rasulullah sebagai Muslim adalah keharusan. Setiap orang yang beriman, memuliakan, menolong, dan mengikutinya akan menjadi orang yang beruntung baik di dunia terlebih di akhirat.

Namun bagaimana sebenarnya sejarah perayaan Maulid Nabi itu sendiri?

Rasulullah SAW berdasar hadist tidak melakukan upacara atau seremoni tertentu di hari kelahirannya. Meskipun ada dalil hadits yang menceritakan bahwa siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat itu memberi kabar kelahiran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya Siratunnabi jilid 1halaman 124.

Syamsuddin Muhammad bin Nasiruddin Ad Dimasyqi menulis dalam kitabnya Mawrid as Sadi fi Mawlid al Hadi : “Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan kekal di dalamnya” (surat Al Lahab ayat 111) diringankan siksa kuburnya tiap Senin, apalagi dengan hamba Allah yang seluruh hidupnya bergembira dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut “Ahad”?

Namun begitu tidak ditemukan perayaan khusus selama masa tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai generasi terbaik umat ini. Sehingga menyebabkan banyak di antara ulama yang mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam bid'ah haram. Motivasi orang-orang yang mula-mula melakukan peringatan maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam -yaitu pengikut mazhab Bathiniyyah- adalah tidak didasari rasa cinta kepada beliau, tapi untuk tujuan politis.
Pelopor pertama peringatan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Bani Ubaid al-Qaddaah atau yang lebih dikenal dengan al-Fathimiyyun atau Bani Fathimiyyah pada pertengahan abad ke empat Hijriyah, setelah berhasil memindahkan dinasti Fathimiyah dari Maroko ke Mesir pada tahun 362 H.

Perayaan maulid diadakan untuk menarik simpati masyarakat yang mayoritasnya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk untuk mendukung kekuasaannya dan masuk ke dalam mazhab bathiniyahnya yang sangat menyimpang dari akidah, bahkan bertentangan dengan Islam.

Pakar sejarah yang bernama Al Maqrizy menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun. Dan beliau menyebutkan kurang lebih 25 perayaan yang rutin dilakukan setiap tahun dalam masa kekuasaannya, termasuk di antaranya adalah peringatan maulid Nabi. Tidak hanya perayaan-perayaan Islam tapi lebih parah lagi, mereka juga mengadakan peringatan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khamisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).

Versi lain menyebut peringatan Maulid Nabi dirintis oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Kali ini tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Well, inilah sejarah (bukan hikayah) asal muasal terselenggaranya Perayaan Maulid Nabi SAW. Ada yang berpendapat bid`ah haram karena tidak sesuai syariah yang dilakukan Nabi dan generasi terbaik. Ada juga yang menyebutkan bid`ah hasanah atau inovasi yang baik karena dapat lebih mengenang Rasulullah dan mengisi hari dengan kegiatan positif.

So What? Kalau menurut saya orang yang memegang pakem strict terhadap bid`ah haram harusnya lebih sering menyelenggarakan kegiatan keagamaan sesuai syariah yang dapat meningkatkan keimanan. Khususnya untuk lebih mengenalkan anak-anak kepada Rasulullah. Karena ilmu agama dari sekolah (apalagi sekolah umum, terlebih sekolah internasional) saya yakin amat sangat kurang.

Perlu kita sadari karena kurikulum dan sekolah di Indonesia (yang mungkin ada juga yang menyebutnya sebagai bid`ah) tidaklah berorientasi pada moral, apalagi agama, tapi pada standar kelulusan. Banyak generasi muda sudah tidak menganggap pengajian yang mereka anggap dengan metode kuno itu menarik untuk dikunjungi. Sementara itu tidak ada pihak-pihak yang mewajibkan mereka untuk mengikuti pengajian dan semacamnya. Jadi kalau kegiatan berdasar syariah itu belum terdengar masyarakat, perayaan Maulid Nabi dapat digunakan setidaknya sebagai pengingat itu.

Namun jika orang-orang yang memegang pakem strict ini tidak peduli pada hal demikian dengan dasar "kita hanya wajib mengingatkan, memberi hidayah itu hak Allah!" atau tidak melakukan inovasi karena inovasi adalah bid`ah, bid`ah adalah kesesatan, dan kesesatan tempatnya di neraka; maka beginilah hasilnya. Apa? Anda lebih dapat memahami jika melihat kondisi generasi muda era sekarang, apalagi masa muda di masa depan.

And what? Kalau menurut saya di lain pihak yaitu bagi orang yang meletakkan perintah Rasulullah SAW di belakang excuses seperti demi kebaikan bersama; toh ulama yang lebih berilmu terdahulu juga melakukannya; atau ini kan juga kegiatan yang positif; dsb. maka berhati-hatilah. Ingatlah bahwa seorang Muslim harus meletakkan Al Quran dan Hadist sebagai dasar dari apa yang dilakukan, fatwa dan inovasi akan hal itu tidak boleh terlepas dari keduanya.

And then, Mari bersatu kawan! Umat ini telah bersatu dengan sama-sama memegang Al Quran dan As Sunnah, namun akan pecah dengan pemahaman yang berbeda-beda akan keduanya. Kenapa kita bersusah payah melakukan apa yang Rasulullah lakukan? Padahal kita telah diwajibkan mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Itulah pendapat saya mengenai hal ini, jauh dari sempurna, sangat mungkin salah apalagi kurang, jadi silakan nasihati saya atas apa yang saya tulis ini. Terima kasih.

Terima kasih kepada : http://id.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi_Muhammad; http://www.fimadani.com/hukum-merayakan-maulid-nabi-muhammad/; http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/02/07/17649/sejarah-peringatan-maulid-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam/
gambar : http://hananhiri.com/maulid-nabi-muhammad.html

Posting Pertama di Tahun 2013

Posting Pertama di Tahun 2013 ~ Tidak terasa hari ini telah memasuki 1 Januari 2013. Itu berarti Blog Halaman Bacaan Online dan Pembaca Online sekalian telah meninggalkan tahun 2012 yang penuh kenangan. Suka, duka, canda, derita, dan pengalaman-pengalaman berharga lain telah kita lalui dalam hidup kita. Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim, inilah artikel pertama saya di tahun 2013.
Posting Pertama di Tahun 2013

Bagi diri Penulis pribadi, tahun 2012 adalah tahun yang luar biasa dimana Resna Tazkiyatunnafs mendapat gelar pertamanya Ak. Ya, Saya telah merampungkan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan wisuda tepat pada tanggal 10 Oktober 2012 lalu. Tentu pengalaman-pengalaman pribadi lain masih banyak yang sangat berharga untuk dilupakan.

Untuk urusan dunia blog, Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pembaca Online yang masih setia membaca, memberi feedback berupa like, komentar, follow, atau berlangganan. Sekaligus minta maaf yang sebesar-besarnya karena sebetulnya saya pribadi merasa sanggup untuk menampilkan lebih baik dari yang ada sekarang, dimana Anda semua memang pantas menerimanya.

Di Tahun 2013 ini tentu saya berharap dapat berusaha lebih baik dan mendapat hasil yang lebih baik pula. Semoga selekasnya Pemerintah Pusat menempatkan kami lulusan STAN 2012 di tempat terbaik bagi kami untuk dapat mengabdi pada negara dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya.
#Untuk urusan jodoh, doakan ya saya mendapat jodoh yang baik, di tempat dan masa yang baik, dengan cara yang baik pula :D

Untuk Blog Halaman Bacaan Online ini, melalui Posting pertama di Tahun 2013 ini saya ingin berusaha menampilkan secara rutin artikel-artikel berkualitas dan bermanfaat. Saya harap blog HBO ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai Akuntansi, artikel Islam atau tema yang serupa. Serta dapat menghibur suasana hati Anda dengan kumpulan artikel dan gambar unik, aneh, dan lucunya. Dan saya berdoa agar Pembaca Online masih setia dengan blog ini dengan membaca, memberi feedback, atau bentuk manfaat lain untuk Anda. Amien...


gambar : http://smpmarsudiutamisemarang.blogspot.com/2012/11/semangat-baru.html

Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?

Penjelasan tentang Orang Sukses ~ Setiap manusia yang berakal pasti menginginkan sukses. Entah dalam profesi dan hal apapun sukses hampir pasti menjadi hasil akhir yang diharapkan orang yang berusaha. Sukses selalu dicari dalam bersekolah, berkarir, mendapat cinta, berumah tangga, hingga saat mengupil pun orang ingin sukses mendapatkan upilnya-maaf, kalimat ini disensor admin :P.  Lalu apa maksud dari kata sukses/success itu sendiri?
Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses dapat diartikan berhasil; beruntung. Sedangkan jika menilik ensiklopedia bebas Wikipedia, sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan seseorang dalam status sosialnya. 

Apabila semua orang ditanyai satu-per-satu tentang makna sukses dalam hidup mereka, tentu jawabannya bisa beragam. Tergantung sudut pandang, latar budaya dan pendidikan, serta konteks yang sedang dibahas. Hal tersebut dapat dicontohkan dengan ilustrasi berikut:

Ilustrasi 1
Ada 2 orang lelaki bersaudara, A dan B. 
Si A merupakan lulusan universitas terkemuka sehingga memiliki banyak relasi di luar kota dan sering meninggalkan rumah. Dia kurang peduli dengan urusan rumah dan lingkungan tetangga, keluarga atau tetangga sedang hajatan atau bahkan meninggal pun dia tidak acuh. Kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungannya pun dia tinggalkan. Sisi bagusnya, dengan relasi yang banyak tersebut dia mendapat karir yang cerah dan usahanya memiliki profit yang menjanjikan. Kini dia memiliki rumah, apartemen, dan mobil mewah di Jakarta.
Sementara itu Si B lebih banyak main di lingkungannya, aktif di karang taruna, pengajian, dan rajin membantu jika tetangganya membutuhkan bantuan. Namun karena saking seringnya membantu, karirnya tidak begitu berkembang. Dia memang sama pintarnya dengan si A, namun orang tua yang telah tiada sementara si A kurang begitu peduli dengan saudaranya, si B terpaksa tidak melanjutkan kuliah. Si B mendapatkan penghasilan dari pekerjaan serabutan dan secara materi hidupnya kekurangan.

Ilustrasi 2
Di sebuah SMA favorit dan mempunyai suasana kompetisi cukup ketat si Y hampir selalu mendapat ranking 3 besar umum sekolahnya. Dia aktif di organisasi, membantu guru, belajar seluruh materi yang telah dan akan diajarkan. Pokoknya tipe siswa teladan dan dia juga bercita-cita menjadi dokter di PTN favorit.
Di lain pihak ada si Z yang belajar hanya materi yang disukainya. Dia fokus untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi yang diinginkannya tanpa banyak belajar pelajaran lain yang tidak ada kesesuaian dengan hal itu. Hasilnya prestasi di SMA pun jeblok. Meski masih terus naik kelas, ranking 20 besar pun jauh dari pandangan.
Di akhir SMA keduanya lulus. Si Y mendapat nilai yang memuaskan waktu ujian dan si Z "untung saja" lulus. Karena hasil ujian tersebut bukan menjadi patokan masuk PTN, mereka mengikuti tes lagi yang diharuskan. Si Y mendaftar di jurusan yang PG nya tinggi, dia mengikuti tes tersebut tiga kali karena merasa percaya diri namun semuanya gagal, bahkan pilihan ke 2 dan 3 nya pun gagal karena juga terlalu tinggi. Sedangkan si Z yang mencari jurusan yang disukainya mendapat apa yang dia harapkan, meski jurusan tersebut tidak memiliki PG tinggi. Sekarang, si Z mendapat pekerjaan yang dia cita-citakan. Sementara si Y juga mendapat beasiswa kuliah lagi karena berprestasi di tempat kuliahnya meski jurusan tersebut jauh berbeda dari yang dia inginkan.

Dari kedua ilustrasi tersebut, kita dapat menarik kesimpulan (lagi) bahwa makna kesuksesan berbeda bagi tiap orang. Ada type orang yang ingin sukses secara jasmani/material/duniawi, ada juga yang ingin sukses secara ruhani/batin. Sukses dapat berarti prestasi yang lebih tinggi dari yang lain, sukses juga dapat berarti mendapatkan apa yang kita dambakan. Masing-masing bisa didapat secara bergandengan, namun kadangkala bertentangan sama-sekali.

Tapi ingat! Untuk mencapai sukses kita butuh usaha, pengorbanan. Entah waktu, biaya, pikiran, tenaga, materi, apapun selalu dibutuhkan. Dan menurut saya di sinilah kunci sukses sesungguhnya. Sukses adalah hal positif yang diambil dari berusaha. Terkadang itu menyenangkan, namun tidak jarang menyedihkan. Tapi jika kita mengambil hal yang positif dari hal menyenangkan atau menyedihkan tersebut, itulah sukses.

Orang yang mendapat sesuatu tanpa usaha, seberapa baguspun hal tersebut, itu bukanlah sukses. Begitulah sukses menurut saya, lalu bagaimana menurut anda? Dan apakah anda sudah termasuk kriteria orang sukses tersebut?

gambar : http://yunorisavailable.blogspot.com/2011/04/cara-cepat-sukses-dan-kaya.html

Opini: Tentang Investasi di Indonesia

Opini: Tentang Investasi di Indonesia. Di tengah kondisi perekonomian dunia (khususnya keuangan dan perbankan) yang terus diguncang oleh krisis, ternyata Indonesia masih sanggup untuk bertahan. Setidaknya, masyarakat umum tidak merasakan dampak signifikan seperti krisis moneter 1997-1998 lalu. Pemerintah pun dinilai mampu mengatasi masalah krisis global ini dengan tidak sampai mengeluarkan kebijakan yang wah, seperti kenaikan harga BBM, listrik, atau pajak. Sehingga, PHK masal atau kenaikan harga masif pun urung dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri.
Mengutip (saya setuju) dengan artikel "Outlook" Investasi Reksa Dana Tahun 2012 bahwa kekuatan perekonomian Indonesia masih ditopang oleh:
1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh didukung oleh pertumbuhan ekonomi sektor konsumsi terutama konsumsi domestik
2. Kebijakan makro ekonomi Indonesia yang hati-hati
3. Cadangan Devisa Indonesia yang kuat
Hal ini akan membuat perekonomian Indonesia masih relatif aman untuk beberapa waktu ke depan. Namun, bersikap santai dengan hanya bergantung pada ketiga hal tersebut saja tanpa ada perencanaan dan kebijakan lebih baik akan sangat membahayakan ekonomi Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.
Entah teori apa yang mendasari, namun analisis saya tentang ketiga sendi penopang tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, memang Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, bahkan di ranking dunia sekalipun. Namun perlu diingat, bahwa dasar dari pertumbuhan ekonomi tersebut masih saja konsumsi masyarakat (C). Neraca perdagangan (ekspor dan impor) kita masih di ambang batas BEP. Di tahun 2010, secara statistik (catatan pasar bersih: http://www.kemendag.go.id/statistik_neraca_perdagangan_indonesia/) Indonesia sanggup mengekspor kira-kira 157.779,1 million USD dan melakukan impor sekitar 135.663,3 million USD. Memang masih positif dengan balance sebesar 22.115,8 million USD. Namun yang menjadi catatan adalah bahwa lebih dari 25% ekspor kita masih ada minyak bumi dan gas alam yaitu kisaran 28.039,6 million USD. Intinya kita semua tahu bahwa bergantung pada hal given seperti SDA yang tak terbarui tersebut dapat menyebabkan Indonesia kelimpungan di masa mendatang karena kita tahu cadangan sumber energi fosil dunia, termasuk Indonesia, semakin menipis. Mengandalkan konsumsi berarti juga produksi kita belum cukup kuat menopang perekonomian Indonesia. Perusahaan-perusahaan dalam negeri belum cukup bersaing dengan perusahaan level global, ironisnya mungkin kecuali pabrik rokok. Di tengah arus perdagangan global yang deras, budaya konsumsi tentu akan menjadikan Indonesia pasar yang mewah bagi para pedagang manca (yang tentu banyak di antaranya berskala besar). Hal ini tak bisa dipungkiri lagi akan sangat mengancam kelangsungan bisnis para pengusaha di Indonesia, khususnya usaha kecil dan menengah.
Kedua, kebijakan ekonomi Indonesia yang tidak menerapkan asas “lebih cepat lebih baik” ini dianggap oleh pengusaha modern sebagai sesuatu yang lambat. Kehati-hatian yang dipilih oleh pemerintah sering membuat jengkel para pebisnis yang membutuhkan kepastian dalam waktu secepatnya karena tiap detik dalam dunia bisnis adalah sangat berharga. Belum lagi trust masyarakat kepada pemerintah akhir-akhir ini terus melemah (entah memang pemerintah yang payah atau ada pihak-pihak yang memprovokasi) dapat mempengaruhi efektivitas kebijakan yang diambil itu sendiri.
Ketiga, kembali lagi meski Indonesia terus membaik dan memang lebih baik dibanding negara-negara berkembang lainnya namun hal ini masih perlu penguatan. Landasan utama Indonesia dalam cadangan devisa berbeda dengan China (yang mengandalkan neraca perdagangan) adalah portofolio dan foreign direct investment (fdi). Hal tersebut tentu saja akan membuat kolaps jika investasi-investasi tersebut ditarik mendadak secara serentak.
Kembali lagi ke tema, bahwa sesuai nota keuangan Pemerintah Indonesia yang mencantolkan pergerakan gerbong ekonomi Indonesia pada investasi, pasar modal dan perbankan, memang seakan menjadi pisau bermata ganda. Pisau yang dapat menolong Indonesia dalam berbagai masalah sekaligus sanggup menusuk balik kapan saja apabila tidak diatur dengan benar.

Beralih dari sudut pandang Investor bahwa investasi berupa reksa dana atau deposito dalam beberapa segi akan lebih menguntungkan dibanding investasi langsung. Ini salah satu sebabnya kinerja Reksa Dana (khususnya syariah) lebih optimal dibanding jika investor harus berinvestasi sendiri.
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/08/10/07564982/Apa.Itu.Reksa.Dana.Syariah)
- Likuiditas yang tinggi
Apabila investor ingin menarik investasinya dikarenakan membutuhkan dana untuk keperluan yang lain ataupun ingin melakukan realisasi keuntungan maka bisa dicairkan atau ditarik kapan saja.
- Biaya investasi cenderung rendah
Jika investor bertransaksi saham sendiri perhatikan biaya yang dibebankan oleh sekuritas seperti biaya transaksi minimal kisarannya adalah Rp 10.000-Rp 15.000. Namun ada juga yang membebankan keseluruhan biaya transaksi dan ada yang per saham. Selain itu jika kita menginginkan untuk melakukan transaksi obligasi syariah (Sukuk) maka nilai yang investasi yang ditawarkan minimal Rp 1 miliar kalaupun ada Sukuk Ritel (SUKRI) maka pembelian 1 unit minimal Rp 5 juta. Pertanyaan selanjutnya bagaimana jika anda menginginkan investasi rutin dibawah Rp 5 juta maka anda tidak bisa membeli Sukuk maupun Sukri.
Untuk Deposito jika dana anda dibawah Rp 500 juta maka anda hanya diberikan rate counter yang saat ini ada dikisaran 5,5 persen-6,5 persen belum dipotong PPh final 20 persen. Lalu bagaimana dengan Anda yang mempunyai dana sekitar Rp 100.000-Rp 1.999.900 maka Anda hanya bisa masuk tabungan dan tabungan berjangka dengan bagi hasil 2 persen-3 persen (untuk tabungan) dan 4 persen untuk tabungan berjangka sudah terkunci (lock) sekian tahun (tergantung kebijakan bank) lagi-lagi terpotong PPh final 20 persen.
Bandingkan dengan inflasi yang saat ini ada dikisaran 4,61 persen. Untuk Deposito diatas Rp 500 juta bank bisa memberikan bagi hasil 9 persen gross. Bandingkan jika yang mengelola adalah manajer investasi maka biaya investasinya akan rendah dengan hasil yang optimal.
- Transparansi Informasi
Semua informasi mengenai kinerja investasi harian bisa dipantau di media masa. Setiap bulan nasabah akan diberikan laporan kinerja investasi seperti rekening koran dan kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet).
- Lebih Aman dan Stabil
Seperti telah dijelaskan diatas, rasio dengan batas 82 persen memberikan jaminan bahwa perusahaan memiliki struktur modal yang sehat dengan perbandingan utang tidak boleh lebih besar dari modal. Pada obligasi/sukuk mempunyai underlying asset yang jelas sehingga resiko default kecil sekali atau bahkan sama sekali tidak ada. Dengan demikian melalui mekanisme rasio kuantitatif, Reksadana Syariah terselamatkan dari penurunan NAB yang tajam. Untuk Obligasi Syariah dengan mekanisme underlying (ada nilai pokok yang dijadikan dasar penerbitan obligasi), investor dengan sendirinya merasa yakin bahwa obligasi syariah relatif aman sehingga banyak diinginkan oleh investor baik yang mengharuskan portfolio investasinya di syariah maupun tidak (konvensional). Umumnya yang memegang obligasi syariah adalah institusi syariah dan mereka pada umumnya memegang sampai tanggal jatuh tempo (hold to maturity) sehingga gejolak harganya (volatilitas) nya relatif stabil.
- Terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Fungsi dari DPS adalah mengawasi dan memberikan pengarahan agar pengelolaan Reksa Dana sesuai dengan prinsip syariah yaitu jujur, berkeadilan dan bermanfaat bagi sesama.
- Membantu perekonomian bangsa
Pada penerbitan SUKRI, negara bisa memanfaatkannya sehingga biaya pemerintah jadi lebih kecil, sedang pada perusahaan biasanya hasil penjualan sukuk dipakai untuk modal kerja perusahaan.

Kesimpulan dari opini saya di atas adalah teruslah berinvestasi kawan. Pilihlah investasi yang tepat agar mendapat keuntungan yang lebih baik, keuntungan material sekaligus kenyamanan hati. Investasi anda yang tepat seberapa pun besarnya akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Lebih jauh lagi akan mencegah perekonomian Indonesia dijajah oleh asing dari gerbang raksasa bernama investasi. Untuk pemerintah, semoga dapat mengatur dan mengelola keuangan dan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor investasi, dengan lebih baik. Ke depannya semoga Indonesia tidak hanya mengandalkan investasi yang berisiko besar berlikuiditas tinggi dalam menopang sendi perekonomiannya dan sanggup mengembangkan usaha-usaha dalam negeri, khususnya usaha kecil dan menengah.

gambar: http://akaldankehendak.com/?p=373

Alasan Bangsa Indonesia Korupsi



Pendahuluan

Indonesia adalah negara yang kaya, subur, dan makmur. Begitulah kalimat yang didengung-dengungkan nenek moyang hingga masyarakat kita era sekarang. Pun demikian, nampaknya istilah gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja belum akan lepas dari atribut negeri ini. Negara yang besar didukung kebudayaan yang megah dan sumber daya alam yang melimpah adalah gelar Indonesia yang beredar di internasional sejak dulu kala.

Kekayaan Indonesia memang masih ada. Kesuburan tanah air Indonesia memang benar adanya. Namun tidak demikian dengan kesejahteraan bangsanya. Berlimpahnya kekayaan alam ini pada akhirnya tidak sanggup memakmurkan rakyatnya. Banyak problem adanya, seperti eksploitasi lebih dikuasai pihak asing, atau kedunguan bangsa ini untuk mengolah bahan mentah yang ada, adalah di antaranya. Namun jika ditilik ulang secara seksama tentu semua setuju bahwa ada masalah besar yang telah menjadi penyakit kronis bagi bangsa ini, yaitu korupsi.

Dari dulu sampai saat ini masalah ini sulit untuk di atasi apalagi diberantas total dari hulu sampai hilir. Walaupun sudah banyak cara-cara dalam segala bentuk yang dilakukan oleh pemerintah dan presiden untuk mengatasi masalah yang bernama korupsi ini. Korupsi di Indonesia bahkan sudah seperti layaknya tradisi karena sudah terlalu sering dan banyak sekali kasus dalam korupsi.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Sebagai pendukung pernyataan ini, Transparansi Internasional telah menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) setiap tahun yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis sejak tahun 1995 hingga sekarang. Nilai dari indeks ini memang masih diperdebatkan, karena berdasarkan survei, hasilnya tidak bisa dihindarkan dari bersifat subyektif. Karena korupsi selalu bersifat tersembunyi, maka mustahil untuk mengukur secara langsung dan memberikannya indeks. Meski begitu, ukuran secara umum peringkat korupsi negara-negara di dunia ini masih layak diperhatikan.

Survei tahun 2003 mencakup 133 negara. Hasilnya menunjukan tujuh dari setiap sepuluh negara (dan sembilan dari setiap sepuluh negara berkembang) memiliki indeks 5 poin dari 10. Pada 2006 survei mencakup 163 negara. Sedangkan Indonesia berada pada peringkat 130 dari 163 negara tersebut dengan nilai indeks 2,4. Pada 2007 survei mencakup 180 negara Indonesia berada pada peringkat 145 dari 180 negara tersebut dengan nilai indeks 2,3. Pada tahun 2010 survei mencakup 178 negara Indonesia berada pada peringkat 110 dengan nilai indeks 2,8, dan pada 2011 naik menjadi peringkat 100 dari 182 negara dengan nilai index 3,0. Lihat juga grafik di bawah ini!
Grafik Corruption Perception Index Indonesia tahun 201-2008 dan 2010-2011

Berdasarkan grafik ini terlihat jelas bahwa indeks korupsi negara kita tercinta ini berada di level bawah dan itu tergambar dari peringkat Indonesia yang selalu berada di peringkat 100 lebih di antara 180an negara. Meski sisi positifnya Indonesia masih berada dalam jalur yang benar dalam pemberantasan korupsi (terlihat dari konsistensi kenaikan CPI) namun kenaikan CPI tersebut tidak dapat secara signifikan. Hal ini lah yang menunjukkan pemberantasan korupsi di Indonesia masih belum efektif dan efisien.

Pengertian dan Ruang Lingkup Korupsi

Sebelum membahas lebih jauh lagi tentang korupsi di Indonesia dan penyebabnya, tentu kurang bijak jika kita melupakan hal dasar tentang pengertian korupsi. Memang, kata korupsi (yang umum bersanding dengan kolusi dan nepotisme) sudah dikenal rakyat dari segala usia, segala level pendidikan, dan di segala pelosok. Namun, apa sih pengertian korupsi itu sendiri?

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Begitulah kata Wikipedia. Pengertian yang selalu menggarisbawahi penyalahgunaan kekuasaan publik inilah yang nampaknya diamini masyarakat kita. Korupsi selalu dilakukan oleh pejabat atau orang yang mempunyai wewenang, khususnya kuasa memegang uang rakyat.

Hal demikian kita tahu bukan hal yang salah, namun bukanlah kebenaran juga. Jika kita cerdas dan peka, pertanyaan “apakah anda pernah korupsi?” tentu akan mengena di hati kita. Ya, korupsi hampir pasti pernah dilakukan setiap elemen bangsa ini, apapun bentuknya, dimanapun tempatnya, siapapun orangnya, dan kapanpun waktunya. Sebagai mahasiswa hal kecil pun yang menjadi kebiasaan pun adalah korupsi, di antaranya korupsi waktu dengan sering telat saat kuliah atau menambah waktu saat seharusnya sudah selesai, menjajakan kembalian belanja atau uang pembayaran tertentu dari orang tua tanpa izin, menyontek saat ujian atau menjiplak karya dan tugas orang lain, dan masih banyak kebiasaan ‘kecil’ yang termasuk korupsi. Namun jangan pernah meremehkan hal-hal kecil, karena ironisnya hal-hal kecil itu pun telah termasuk korupsi, dan akan terus berpengaruh dalam hidup kita kelak.

Sedangkan pengertian korupsi sendiri menurut Undang-Undang Tipikor (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) Pasal 2 ayat 1 menyebutkan pengertian korupsi sebagai berikut: Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sedangkan di pasal 3 ayat 1 disebutkan ruang lingkup lain dari korupsi adalah: Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ada banyak macamnya namun secara umum berikut contoh di antaranya:

memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
penggelapan dalam jabatan;
pemerasan dalam jabatan;
ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Faktor Penyebab Bangsa Indonesia Korupsi

Seperti telah dibahas di atas, korupsi telah mengakar di pelosok bumi Indonesia. Bahkan kalau pakar definisi tidak memprotes, pantaslah jika ada yang menyebut bahwa korupsi telah menjadi budaya di Indonesia. Kita pikir bersama sejenak, kira-kira apa yang menyebabkan meraja lelanya korupsi di Indonesia. Beberapa poin berikut inilah yang menjadi sumber permasalahan korupsi.

1) Faktor sejarah

Ya, sejarah sangat berperan besar dalam memberikan kontribusinya terhadap pelestarian korupsi di Indonesia. Sejak era kerajaan (bahkan kalau kita pelajari lagi sebelum era ada kerajaan) Indonesia telah terbiasa dengan korupsi. Hal yang paling sederhana adalah pengangkatan pemimpin rakyat yang pasti adalah anggota keluarga raja, meski hal itu tak terhindarkan dari sistem kenegaraan berbentuk kerajaan, tetap saja hal seperti itu lah yang bisa menjadi akar nepotisme. Selanjutnya adalah pemberian upeti dari daerah ke pusat, banyak di antara pemegang amanah pemungut “pajak” tersebut yang menyalahgunakan wewenangnya dengan menarik lebih dari seharusnya dan menyetor kurang dari seharusnya. Masih ada beberapa contoh lagi korupsi di era kerajaan dan menurut Babad Tanah Jawa, korupsi masal Indonesia bermula pada masa akhir Kerajaan Majapahit.

Kerajaan belum usai hadirlah penjajah. Kita semua tahu bahwa penjajah pertama kali yang paling lama berkuasa di Indonesia bukanlah negara manapun, namun aliansi pengusaha bernama VOC. Di tahun-tahun pertengahan pun VOC hampir bubar kalau tidak ditolong kerajaan Belanda karena korupsi. Setelah VOC pun berbagai negara menjajah kita, dan pada intinya mereka sama mengeksploitasi SDA tanpa mengembangkan SDM. Dengan begitu mereka dapat pekerja yang murah dan bodoh karena tidak memprotes kebijakan penjajah, hal seperti itu juga terbawa hingga sekarang.

2) Kebiasaan, adat, dan paradigma

Kebiasaan tata krama ewuh pakewuh bangsa Indonesia yang terkenal sopan dan mencerminkan adat ketimuran kalau dipakai di jalan yang salah akan menimbulkan korupsi masal atau biasa dinamakan kolusi. Saling memberikan hadiah sesama teman, atau memberikan hadiah kepada atasan untuk menghormati dapat memunculkan gratifikasi. Kebiasaan tidak enak untuk melaporkan teman atau atasan yang jelas-jelas korupsi di depan kita adalah hal biasa di Indonesia. Karena pada umumnya prinsip PNS di Indonesia (yang baik-baik) adalah tidak mau cari masalah, yang penting tidak ikut melakukan.

Selain itu, paradigma masyarakat yang telah terbiasa dengan korupsi adalah hal fatal yang harus segera diubah. Masyarakat yang saking seringnya mendengar berita korupsi (atau kriminal lainnya) akan sampai pada titik jenuh dimana kepedulian akan suatu kasus akan sangat minimal. Bahkan ada berbagai kalangan tertentu yang dengan bangganya menyebut dirinya melakukan tindakan tidak benar, seperti cracker, bos preman, dan orang tidak tahu malu lainnya.

3) Lemahnya pengawasan, pengendalian internal, dan penegakan hukum

Bukan bermaksud menyalahkan sistem dan hukum. Sistem dan peraturan yang ada di Indonesia untuk mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia telah mencapai tahap lebih dari cukup. Namun sekali lagi masalah muncul ada pada individu pelakunya. Sebagus apapun suatu sistem dan selengkap apapun produk hukum, kalau manusia pelaksananya mau mencari lobang tentu akan selalu muncul adalnya cara menyeleweng atau merekayasanya.

4) Penghasilan kecil sekaligus pengeluaran besar

Pegawai Negeri Indonesia sejak era baru telah diseting mendapat gaji kecil. Sementara itu, sangat sulit untuk mendapat penghasilan lain selain gaji tersebut karena fokus mereka memang pada satu pekerjaan. Diperparah dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang super konsumtif. Orang kaya membeli banyak mobil hanya untuk mainan dan koleksi. Bahkan orang miskin seperti pengemis pun sering terlihat minum softdrink atau punya gadget yang umum beredar di pasaran.

5) Korupsi itu enak, pendidikan yang rendah, dan moral yang terpuruk

Hal ini boleh dijadikan bahan bercandaan, namun benar adanya. Hal yang dilakukan berulang-ulang biasanya adalah hal yang enak. Dengan lemahnya pengawasan yang ada dan kenikmatan yang diperoleh setelah korupsi, tentu melaksanakan korupsi bisa jadi pekerjaan utama pejabat. Hal ini diperburuk dengan dengan mental yang semakin parah di zaman edan ini. Agama tidak lebih dari identitas dan perayaan hari besar saja. Tuhan Maha Melihat dijadikan pengetahuan saja. Kode etik, norma, dan nilai bagaikan legenda dan cerita orang tua saja. Dengan begitu, meskipun hati tidak tenang saat melakukan korupsi, saking terbiasanya ditambah hati yang telah mati tidak ada halangan lagi untuk melakukan korupsi.

Sementara itu pendidikan formal di Indonesia sangatlah lemah. Meskipun kurikulum di Indonesia katanya menuju persaingan dunia dan Indonesia memiliki banyak sarjana yang memiliki otak luar biasa namun jika diperhatikan lagi, kurikulum tersebut hanya mendukung pengajaran saja bukan pendidikan. Anak zaman sekarang sudah pandai dengan komputer dan fasih bahasa Inggris namun “bagusnya” tidak hapal lima hal bernama Pancasila dan lagu-lagu indah yang disebut lagu nasional. Belum lagi sejarah kerajaan Indonesia, pahlawan-pahlawan Indonesia, kebudayaan daerah, tata krama dan etika, dan hal-hal “sepele” lainnya yang kurang diperhatikan bahkan di sekolah berlabel Negeri.

Posting Lagi, Blogging Lagi !

Posting Lagi, Blogging Lagi ! - Sebulan sudah blog Laman Baca Kita ini menganggur tanpa ada posting baru. Biasanya, sekurang-kurangnya satu artikel saya upload per kurun waktu 3 hari. Padahal, blog tanpa posting baru sama saja dengan fosil, bisa dipelajari tapi tidak pernah berkembang dan malah bikin bingung anak buahnya Darwin.

Ngomong-ngomong, memang ada beberapa momen yang menyebabkan mengapa blog ini idem selama itu. Mulai dari Ujian Tengah Semester yang menghabiskan waktu 2 minggu, disusul liburan UTS seminggu, dan liburan natal-tahun baru 2 minggu. Loh, bukannya liburan justru lebih enak buat ngeblog? Iya, sih... sebenarnya alasan utama tetap saja sama, Malas.

Soalnya, kalau liburan saya pasti pulang kampung, dan sinyal modem Teri yang saya pakai saat ini ampun banget. Jadi, saya harus ke warnet kalau mau online, tidak jauh sih...1 km dari rumah. Capek jalan kaki, motor cuma 3 dipakai semua untuk kerja, hehe.

Eits, meski saya ngomong pulang kampung dan ditambah kondisi internet seperti itu, jangan sampai berpikiran kalau rumah saya ada di wilayah kampungan dan ndezzo... Desaku yang kucinta ini sudah terjangkau segala jenis teknologi dan informasi, mulai dari kapak genggam, menhir, sampe puden berundak...hehe guyon. Yah kalau sinyal Teri tadi lelet, tanyakan pada mereka (rumput yang bergoyang!) karena dibanding sinyal modem Peleksi yang saya pakai dulu, speednya jauh...

Sebenarnya, apapun alasannya dan berapa kali sehari pun saya posting, sepertinya tidak akan ada yang peduli dengan blog payah yang sepi pengunjung ini, hiks, hiks (curhat nih ceritanya). Tapi, menulis adalah menulis, dan itulah makanan saya sebagai anak kost (meski setengah blog ini ada bercampur co-pas, hehe). Jadi, bermula dari satu tulisan tanpa ilmu ini, semoga komitmen saya untuk melestarikan budaya routine-posting dan eternal-blogging tetap terjaga.

Di paragraf ini, saya mengucapkan banyak terima kasih pada pengunjung yang masih setia membaca satu-dua artikel yang ada di blog ini (meski hanya judulnya, itu pun kesasar lagi, hehe) apa lagi yang mau berkomentar (itu pun juga terpaksa atau mencari link back, haha). Wah, pokoknya apapun alasannya, saya tetap menghaturkan salute dan respect pada anda yang masih konsisten dalam dunia blogging di tengah deru arus fs, fb, tweet, dan entah apa lagi tren yang akan datang. Hidup terus blogging, dan abadikan budaya menulis!

Perlunya Penyelenggaraan dan Pengembangan Audit Berbasis Komputer

Perlunya Penyelenggaraan dan Pengembangan Audit Berbasis Komputer - Dunia bisnis dan perekonomian saat ini semakin melaju dengan segala fenomenanya. Entitas-entitas komersial maupun instansi pemerintah tiap negara di dunia pun terus berlomba untuk menjadi yang terdepan di perang dunia era modern ini. Berbagai carapun dilakukan, mulai dari meng-hire karyawan tangguh, menerapkan sistem pengendalian internal yang ampuh, hingga cara-cara fraud pun ditempuh. Untuk mengimbangi kepesatan ataupun kekejaman dunia bisnis, maka sistem audit yang ekselen pun perlu diselenggarakan dan terus dikembangkan.


Auditing adalah sebuah proses sistematis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan (user). 

Berdasarkan Institute of Internal Auditors (IIA), tujuan dari audit internal adalah untuk mengevaluasi kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian internal perusahaan serta menetapkan keluasan dari pelaksanaan tanggung jawab yang benar-benar dilakukan. Audit membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati, atau disingkat well planned. Sedangkan yang termasuk keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit. 

Sejarah audit yang cukup panjang serta lika-liku terjalnya telah menjadikan sistem audit yang berlaku saat ini telah cukup praktis dan elegan untuk diterapkan. Namun nampaknya hal tersebut belum cukup kuat untuk menghadapi perubahan zaman, khususnya di bidang teknologi (perkomputeran) yang sangat drastis sejak milenium baru. Kepraktisan, kecepatan, dan ketepatan penggunaan komputer sangat menunjang usaha dan perekonomian "memaksa" setiap entitas bisnis di penjuru dunia memakai teknologi berbasis bahasa mesin ini. Dengan semakin merebaknya penggunaan komputer di setiap perusahaan, tentu sistem audit yang lama akan kadaluarsa jika bersifat rigid dan kolot tanpa pengembangan.

Dan memang, perkembangan audit sejak pertama muncul serta kemampuannya dalam menyelesaikan banyak masalah akuntansi bukan semata kebetulan belaka. Lihat saja kinerja dan sikap para auditor, baik sebagai individu maupun badan/ asosiasi auditor, yang dengan cepat mampu menyadari perubahan tersebut dan memberikan respon, yang meski belum sempurna, namun tetap luar biasa. Salah satu respon para profesional tersebut adalah penelaahan bidang terbaru di bidang audit, yaitu audit berbasis komputer. Beberapa program komputer, yang disebut computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS) pun telah dibuat secara khusus demi berhasilnya penerapan audit berbasis komputer. CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.

Audit berbasis komputer atau komputer audit adalah kegiatan audit yang berjalan di lingkungan berkomputer. Pada dasarnya audit berbasis komputer mempunyai tujuan yang sama dengan audit manual yang telah dulu diterapkan, hanya cara dan media yang digunakan agak sedikit berbeda, yaitu menggunakan piranti komputer, baik piranti lunak maupun piranti keras dalam proses audit, entah itu digunakan sebagai alat, objek, subjek atau simbol. Namun begitu, Audit yang dikenal juga sebagai audit PDE (Pengolahan Data Elektronik) ini tetap harus dipelajari bagi para atau calon auditor agar tetap eksis di dunia audit, atau lebih jauh supaya audit tetap sanggup menyelaraskan kemajuan perusahaan dengan aturan yang berlaku.

Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash University, dalam salah satu bukunya: Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan, antara lain:
1. Kerugian akibat kehilangan data
Pada era sekarang, orang meyadari bahwa data dan informasi termasuk salah satu aset terpenting bagi suatu perusahaan. Ilutrasinya demikan, sebuah perusahaan menjalankan operasi perusahaan/ penjualan sehari-hari hampir seluruhnya menggunakan cara kredit dan perbantuan TI. Selanjutnya, terjadinya gangguan virus atau terjadi kebakaran pada ruangan komputer dan menyebabkan seluruh data tagihan tersebut hilang. Kehilangan data tersebut akan berdampak besar, di antaranya mengakibatkan perusahaan Anda tidak dapat melakukan penagihan kepada para pelanggan. Kalaupun penagihan masih dapat dilakukan, waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama karena harus dilakukan verifikasi manual atas dokumen penjualan yang Anda miliki.

2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan
Banyak kalangan usaha yang saat ini telah menggunakan bantuan Decision Support System (DSS) untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Dalam bidang kedokteran, misalnya, keputusan dokter untuk melakukan tindakan operasi dapat saja ditentukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak tersebut. Dapat dibayangkan risiko yang mungkin dapat ditimbulkan apabila sang dokter salah memasukkan data pasien ke sistem TI yang digunakan. Taruhannya bukan lagi material, melainkan nyawa seseorang.

3. Risiko kebocoran data
Data bagi sebagian besar sektor usaha merupakan sumber daya yang tidak ternilai harganya. Informasi mengenai pelanggan, misalnya, bisa jadi merupakan kekuatan daya saing suatu perusahaan. Bayangkan, Anda seorang direktur suatu perusahaan telekomunikasi yang memiliki 5 juta pelanggan. Tanpa Anda sadari, satu persatu pelanggan perusahaan Anda telah beralih ke perusahaan pesaing.
Setelah melalui proses audit, akhirnya diketahui bahwa data pelanggan perusahaan Anda telah jatuh ke tangan perusahaan pesaing. Berdasarkan data tersebut, perusahaan pesaing kemudian menawarkan jasa yang sama dengan jasa yang Anda tawarkan ke pelanggan yang sama, tetapi dengan biaya yang sedikit lebih rendah. Kebocoran data ini tidak saja berdampak terhadap kehilangan sejumlah pelanggan, akan tetapi lebih jauh lagi bisa mengganggu kelangsungan hidup perusahaan Anda.

4. Penyalahgunaan Komputer
Alasan lain perlunya dilakukan audit TI adalah tingginya tingkat penyalahgunaan komputer. Pihak-pihak yang dapat melakukan kejahatan komputer sangat beraneka ragam. Kita mengenal adanya hackers dan crackers.
Hackers merupakan orang yang dengan sengaja memasuki suatu sistem teknologi informasi secara tidak sah. Biasanya mereka melakukan aktivitas hacking untuk kebanggaan diri sendiri atau kelompoknnya, tanpa bermaksud merusak atau mengambil keuntungan atas tindakannya itu. Sedang, Crackers di sisi lain melakukan aktivitasnya dengan tujuan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari tindakannya tersebut, misalnya mengubah atau merusak atau, bahkan, menghancurkan sistem komputer.
Kejahatan komputer juga bisa dilakukan oleh karyawan yang merasa tidak puas dengan kebijakan perusahaan, baik yang saat ini masih aktif bekerja di perusahaan yang bersangkutan maupun yang telah keluar. Sayangnya, tidak semua perusahaan siap mengantisipasi adanya risiko-risiko tersebut.
Survei yang dilakukan oleh Ernst & Young (Global Information Security Survey 2003) menemukan bahwa 34% dari total perusahaan yang ada saat ini tidak memiliki mekanisme yang memadai untuk mendeteksi kemungkinanan adanya serangan terhadap sistem mereka. Lebih dari 33%, bahkan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menindaklanjuti ancaman-ancaman yang mungkin timbul.

5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan
Seringkali, TI digunakan untuk melakukan perhitungan yang rumit. Salah satu alasan digunakannya TI adalah kemampuannya untuk mengolah data secara cepat dan akurat (misalnya, penghitungan bunga bank). Penggunaan TI untuk mendukung proses penghitungan bunga bukannya tanpa risiko kesalahan. Risiko ini akan semakin besar, misalnya ketika bank tersebut baru saja berganti sistem dari sistem yang sebelumnya mereka gunakan. Tanpa adanya mekanisme pengembangan sistem yang memadai, mungkin saja terjadi kesalahan penghitungan atau, bahkan, fraud. Kesalahan yang ditimbulkan oleh sistem baru ini akan sulit terdeteksi tanpa adanya audit terhadap sistem tersebut.

6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Investasi yang dikeluarkan untuk suatu proyek TI seringkali sangat besar. Bahkan, dari penelitian yang pernah dilakukan (Willcocks, 1991), tercatat bahwa 20% pengeluaran TI terbuang secara percuma, 30-40% proyek TI tidak mendatangkan keuntungan. Selan itu, sulit mengukur manfaat yang dapat diberikan TI.
Untuk Indonesia, alokasi anggaran untuk investasi di bidang TI relatif tidak lebih besar dibandingkan di luar negeri. Di Indonesia besarnya alokasi anggaran berkisar 5-10%, sementara di luar negeri bisa mencapai 30% dari total anggaran belanja perusahaan. Namun, bila dilihat dari nilai absolut besarnya Rupiah yang dikeluarkan, jumlahnya sangat besar. Perusahaan-perusahaan besar nasional, seperti Garuda Indonesia, Telkom, dan Pertamina semuanya, saat ini, sudah menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dan bahkan berbagai aplikasi lainnya yang melibatkan investasi yang signifikan.

Alasan-alasan yang dikemukakan secara teoritis di atas belum tentu cukup menggambarkan betapa pentingnya penyelenggaraan dan pengembangan audit berbasis komputer. Pihak yang paling merasa perlu dan mendapat pengaruh paling besar akan hal tersebut tentu saja setiap entitas yang berkaitan secara langsung dengan kepentingan audit, entah itu perusahaan/swasta sebagai pelaksana ekonomi, pemerintah sebagai regulator, atau pun auditor sendiri. Sedangkan saya sendiri sebagai akademisi di bidang akuntansi pemerintahan, yang kelak mungkin berkesempatan sebagai auditor, saat ini belum banyak memberikan sumbangsih terhadap perubahan di bidang audit, di samping terus belajar dan mengikuti perkembangan tentunya. Namun, dengan segelintir tulisan semacam ini, harapan saya tak pernah padam untuk selalu memberikan dukungan terhadap perkembangan di bidang akuntansi dan audit.

gambar : http://msmunir-ina.blogspot.com/2009/09/audit-jaringan-komputer.html

Alasanku Menjadi Blogger

 Alasanku Menjadi Blogger - Perlukah? Teganya dikau memaksa diriku untuk memberitahukan sesuatu yang kebelet banget kuceritakan sejak lama. [posting repost tak bermakna]



KONSEP DASAR
Menurut filosofi yang saya anut dan ilmu Mantiq yang kukuasai, bahwa arti blogger itu pada dasarnya sama dengan fungsi kuadrat x sedemikian sehingga fungsi tersebut membentuk kurva, dimana kurva tersebut dapat memiliki titik optimal di minimum ataupun maksimum. Sementara kurva tersebut berpotongan dengan fungsi-fungsi lain seperti fungsi kepuasan, ilmu, uang, narsis, ataupun fungsi yang lain, maka fungsi kuadrat tersebut bisa terletak di atas, ataupun di bawah fungsi-fungsi yang lain tersebut.

ANALISIS KONSEP
Dengan mempertimbangkan konsep dasar seperti itu, maka tindak lanjutnya adalah eksperimen tanpa persiapan dan pembimbing sebelumnya. Bukan penelitian yang bagus memang, tetapi pada dasarnya, sifat ingin tahu manusia mampu menembus suatu tabir, yang tebalnya melebihi lapisan atmosfer sekalipun.

PEMBUKTIAN ANALISIS
Bukti lebih lanjut dari tulisan saya tersebut adalah, bahwa sampai saat ini Anda terus bertahan untuk membaca tulisan ngawur ini walaupun sedang iseng. Karena keisengan tersebut dibimbing oleh rasa keingintahuan dari alam bawah bantal Anda.

KESIMPULAN DAN SARAN
Jika Anda bertahan untuk membaca sampai tahap ini, berarti Anda termasuk orang yang super. Artinya, Anda berhak untuk mendapatkan penghargaan dan rasa terima kasih dari saya. Dan saya menyarankan untuk bertukar link dengan blog ini, atau mem-bookmark blog ini dengan menekan Ctrl+D pada keyboard Anda lalu enter, Sekarang juga! Cepetan sebelum ketinggalan dengan yang lain…

DAFTAR PUSTAKA
 sumber : blog saya sewaktu masih muda
gambar : http://asis-sugianto.blogspot.com/2010_08_01_archive.html

Cukupkanlah Hidupmu !

Cukupkanlah Hidupmu ! - Kali ini saya posting dengan sangat semangat, hehe... (tapi kayaknya kok nggak niat banget, judulnya aja pendek gitu) Pada postingan kali ini saya memang menuliskan judul pendek untuk mengingatkan kepada pembaca bahwa dalam memahami sesuatu janganlah hanya dalam selintas lalu dan parsial, pahamilah maksudnya secara keseluruhan. Oleh karena itu mari kita membiasakan diri untuk memberi komentar di mana saja setelah memahami judul dan isinya (nyambung nggak sih?!?!).


Lalu, apa maksud dari judul tersebut? Secara bodoh2an kita dapat memahami bahwa kita harus hidup berkecukupan. Hidup nyaman dengan berbagai hal dapat tercukupi. Istri cukup empat, apartemen cukup lima, mobil cukup sepuluh, dsb (hahaha, cuma bercanda).

Tapi maksud saya dengan judul tersebut adalah lebih dari itu (karena anda juga bukan orang yang bisa dibodohi). Maksud saya adalah kita hidup harus berprinsip pada zuhud, syukur, dan sabar. Kita harus paham bahwa segala yang ada di dunia ini sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, dan segala yang kita miliki di dunia ini adalah kepunyaanNya. Kita hanyalah makhluk yang dipinjami (dipersenjatai) untuk melangsungkan tujuan hidup kita sebagai manusia. Senjata bisa digunakan untuk melindungi diri sendiri bisa juga membahayakan diri sendiri.

Mungkin akan terlihat naif jika saya memberitahukan hal2 tersebut kepada orang2 yang lebih berilmu daripada saya, yang lebih utama bagaimanakah contoh riilnya? Jawabnya mungkin akan terlalu teoritis lagi, namun hal ini cukup penting diingatkan sebagai tambahan sudut pandang orang lain untuk anda.

Hal yang perlu diingat pertama kali adalah pernyataan : anda tak akan masuk surga dengan ibadah dan ketakwaan anda, tetapi hanya dengan ridhoNya. Anda tentu paham jika syarat masuk surga adalah keimanan dan ketaqwaan kita, sedangkan Tuhan tidak akan mengingkari janji setelah usaha kita tersebut. Akan tetapi jauhilah pemikiran laknat bernama sombong ketika kita menganggap kita masuk surga karena usaha kita. Sekali-kali tidak! Coba pikir apakah kita bisa nyaman beribadah jika kita tidak diberi nikmat berupa kesehatan. Lagipula usaha, iman, dan ketaqwaan adalah wujud lain anugerahNya kepada kita. Di sini yang perlu kita ambil bukanlah pasrah kepada takdirNya, namun menjauhi sikap sombong setelah apa yang kita lakukan untuk mendapat ridhoNya.

Hal lain yang sangat perlu diterapkan pada zaman sekarang adalah kecukupan dunia. Ada ungkapan lain : sedekah adalah yang sisa dari kebutuhan kita. Lalu apa sih kebutuhan kita? Makan tiga kali sehari (meski makan lebih dari dua kali sehari dihitung boros), berpakaian menutupi aurat, tempat tinggal yang nyaman untuk istirahat dan beribadah, perlengkapan kecil lain seperti alat masak dan makan, alat tulis dan belajar, alas tidur, almari dll. Sementara sarana pendukng lain seperti alat transportasi, komunikasi, dll merupakan kebutuhan yang bisa diadakan ketika mendesak. Lalu adakah mobil mewah, makanan melimpah, apartemen yang wah, pakaian mahal, perhiasan bergerincing merupakan kebutuhan? Ataukah sekadar kesombongan? Anda bisa menjawabnya sendiri.

Di sini saya tidak mempengaruhi anda menjadi hidup miskin dan merasa cukup yang menyesatkan. Di sini saya mengajak semuanya untuk bisa kaya. Lalu bukankah kalau sudah mampu mencukupi kebutuhan hidup kita sudah tidak perlu lagi menjadi kaya? Ya, kita boleh merasa cukup memiliki segala sesuatu kecuali iman, ilmu, dan pahala. Seperti apakah batas ketiganya? Apakah anda pernah merasa cukup untuk meningkatkan ketiganya? Jika jawabannya Ya saya hanya sanggup mendoakan anda cepat bertobat. Namun jika anda terus mengupgrade ketiganya sedangkan anda tetap low profile dengan kebutuhan dan gaya hidup anda, dengan izinNya anda akan menjadi orang yang kaya raya.

Satu hal lagi yang dapat memotivasi kita untuk menjadi kaya adalah : ketika orang menarget berpenghasilan 100 juta per bulan maka anda jangan mengikutinya, namun targetlah anda berzakat (maal) 100 juta per bulan. Bukankah jika kita memiliki target zakat 100 juta berarti penghasilan kita adalah 4 Milyar per bulan?

sumber : my deleted blog 
gambar : https://haritsaja.wordpress.com/2010/09/23/bunga-sederhana/

Apakah Tuhan Maha Adil ?

Kalau yang menjawab saya, tanpa intervensi dari siapapun, dan tanpa terpengaruh dari anda, saya pasti menjawab YA.


Bagi sebagian orang, mungkin merasa dirinya itu lebih jelek, lebih miskin, lebih lemah, lebih bodoh, dan kelebihan lain yang mereka anggap buruk. Sedangkan sebagian lain merasa dirinya terlalu cantik, terlalu kaya, terlalu kuat, terlalu pintar, dan keterlaluan lain jika dibandingkan manusia lainnya.

Memang, makhluk yang diciptakan Tuhan di dunia ini (especially manusia) mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti saya, yang mempunyai semua kelebihan seperti ganteng, kaya, pintar, dan kuat. Dan hanya mempunyai satu keterlaluan, yaitu terlalu suka memfitnah diri sendiri (???, hehehe).

Kemudian jika setiap orang berharap surga-Nya, apakah Tuhan masih Maha Adil jika memberi “modal” berbeda-beda pada tiap manusia ? Bukankah jika orang kaya dan miskin bersedekah, yang kaya bisa memberi lebih banyak ? Bukankah jika sama-sama menuntut ilmu dan mengajarkannya, yang pintar akan lebih mudah melaksanakannya ? Lalu, betapa beruntungnya anak seorang kyai dibanding anak seorang preman ?

Menurut blog yang pernah saya baca justru di situlah letak ke-Maha Adil-an Tuhan. Di mananya ?
Dimanakah Keadilan Tuhan ?
OK, yang pertama harus diingat adalah bahwa setiap nikmat adalah amanah dan ujian. Jika kita mendapatkannya lebih banyak daripada orang lain, maka pertanggungjawaban kita akan semakin banyak. Darimana asalnya, untuk apa, bagaimana niat, dan caranya ? Jadi, justru orang yang merasa dirinya lebih (jelek+miskin+lemah+bodoh+dll), adalah orang yang mendapat “modal” juga. Artinya bukan merasa rendah diri dengan “kelebihan”nya itu, tapi itu justru harus dijadikan semangat untuk mengalahkan orang yang mempunyai segala “keterlaluan”, dari segi amal dan ibadah.

Selanjutnya penting diingat bahwa apa yang didapat sebanding dengan apa yang diniatkan dan diusahakan. Semisal begini, ada dua orang yang bersedekah. Yang satu kaya banget dan satu miskin banget. Keduanya sama-sama ikhlas bersedekah Rp 5000,-, maka (hanya Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Berkehendak) si miskin akan mendapat pahala lebih karena dengan uang tersebut dia dan keluarganya bisa makan sehari. Sedangkan bagi si kaya uang tersebut termasuk uang kecil yang masih banyak di dompetnya. Namun jangan merasa puas diri karena si miskin sanggup memberi sedekah dengan jumlah yang sama dengan si kaya, padahal Tuhan memberikan juga kesepatan dan potensi pada dia untuk menaikkan taraf hidupnya.

Tentu Tuhan tidak akan adil jika hambanya bisa masuk surga hanya dengan mempercayai bahwa Dia adalah Tuhan, serta dosa hambanya bisa terhapus dengan membayar sejumlah uang sebanding dosanya. Jika tuhan seperti ini, maka banyak orang kaya yang “pasti” masuk surga tetapi melakukan banyak dosa.

Contoh si kaya dan si miskin di atas dapat dibandingkan juga dengan kasus-kasus lain. Baik mana antara anak kyai dan preman yang sama-sama sholat tetapi sama-sama masih malas mengaji dan bersedekah ? sekali lagi hanya Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Adil.

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK