Selamat membaca
Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?

Penjelasan tentang Orang Sukses ~ Setiap manusia yang berakal pasti menginginkan sukses. Entah dalam profesi dan hal apapun sukses hampir pasti menjadi hasil akhir yang diharapkan orang yang berusaha. Sukses selalu dicari dalam bersekolah, berkarir, mendapat cinta, berumah tangga, hingga saat mengupil pun orang ingin sukses mendapatkan upilnya-maaf, kalimat ini disensor admin :P.  Lalu apa maksud dari kata sukses/success itu sendiri?
Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses dapat diartikan berhasil; beruntung. Sedangkan jika menilik ensiklopedia bebas Wikipedia, sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan seseorang dalam status sosialnya

Apabila semua orang ditanyai satu-per-satu tentang makna sukses dalam hidup mereka, tentu jawabannya bisa beragam. Tergantung sudut pandang, latar budaya dan pendidikan, serta konteks yang sedang dibahas. Hal tersebut dapat dicontohkan dengan ilustrasi berikut:

Ilustrasi 1
Ada 2 orang lelaki bersaudara, A dan B. 
Si A merupakan lulusan universitas terkemuka sehingga memiliki banyak relasi di luar kota dan sering meninggalkan rumah. Dia kurang peduli dengan urusan rumah dan lingkungan tetangga, keluarga atau tetangga sedang hajatan atau bahkan meninggal pun dia tidak acuh. Kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungannya pun dia tinggalkan. Sisi bagusnya, dengan relasi yang banyak tersebut dia mendapat karir yang cerah dan usahanya memiliki profit yang menjanjikan. Kini dia memiliki rumah, apartemen, dan mobil mewah di Jakarta.
Sementara itu Si B lebih banyak main di lingkungannya, aktif di karang taruna, pengajian, dan rajin membantu jika tetangganya membutuhkan bantuan. Namun karena saking seringnya membantu, karirnya tidak begitu berkembang. Dia memang sama pintarnya dengan si A, namun orang tua yang telah tiada sementara si A kurang begitu peduli dengan saudaranya, si B terpaksa tidak melanjutkan kuliah. Si B mendapatkan penghasilan dari pekerjaan serabutan dan secara materi hidupnya kekurangan.

Ilustrasi 2
Di sebuah SMA favorit dan mempunyai suasana kompetisi cukup ketat si Y hampir selalu mendapat ranking 3 besar umum sekolahnya. Dia aktif di organisasi, membantu guru, belajar seluruh materi yang telah dan akan diajarkan. Pokoknya tipe siswa teladan dan dia juga bercita-cita menjadi dokter di PTN favorit.
Di lain pihak ada si Z yang belajar hanya materi yang disukainya. Dia fokus untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi yang diinginkannya tanpa banyak belajar pelajaran lain yang tidak ada kesesuaian dengan hal itu. Hasilnya prestasi di SMA pun jeblok. Meski masih terus naik kelas, ranking 20 besar pun jauh dari pandangan.
Di akhir SMA keduanya lulus. Si Y mendapat nilai yang memuaskan waktu ujian dan si Z "untung saja" lulus. Karena hasil ujian tersebut bukan menjadi patokan masuk PTN, mereka mengikuti tes lagi yang diharuskan. Si Y mendaftar di jurusan yang PG nya tinggi, dia mengikuti tes tersebut tiga kali karena merasa percaya diri namun semuanya gagal, bahkan pilihan ke 2 dan 3 nya pun gagal karena juga terlalu tinggi. Sedangkan si Z yang mencari jurusan yang disukainya mendapat apa yang dia harapkan, meski jurusan tersebut tidak memiliki PG tinggi. Sekarang, si Z mendapat pekerjaan yang dia cita-citakan. Sementara si Y juga mendapat beasiswa kuliah lagi karena berprestasi di tempat kuliahnya meski jurusan tersebut jauh berbeda dari yang dia inginkan.

Dari kedua ilustrasi tersebut, kita dapat menarik kesimpulan (lagi) bahwa makna kesuksesan berbeda bagi tiap orang. Ada type orang yang ingin sukses secara jasmani/material/duniawi, ada juga yang ingin sukses secara ruhani/batin. Sukses dapat berarti prestasi yang lebih tinggi dari yang lain, sukses juga dapat berarti mendapatkan apa yang kita dambakan. Masing-masing bisa didapat secara bergandengan, namun kadangkala bertentangan sama-sekali.

Tapi ingat! Untuk mencapai sukses kita butuh usaha, pengorbanan. Entah waktu, biaya, pikiran, tenaga, materi, apapun selalu dibutuhkan. Dan menurut saya di sinilah kunci sukses sesungguhnya. Sukses adalah hal positif yang diambil dari berusaha. Terkadang itu menyenangkan, namun tidak jarang menyedihkan. Tapi jika kita mengambil hal yang positif dari hal menyenangkan atau menyedihkan tersebut, itulah sukses.

Orang yang mendapat sesuatu tanpa usaha, seberapa baguspun hal tersebut, itu bukanlah sukses. Begitulah sukses menurut saya, lalu bagaimana menurut anda? Dan apakah anda sudah termasuk kriteria orang sukses tersebut?

gambar : http://yunorisavailable.blogspot.com/2011/04/cara-cepat-sukses-dan-kaya.html

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK