Selamat membaca
Cukupkanlah Hidupmu !
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Cukupkanlah Hidupmu !

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Cukupkanlah Hidupmu !

Cukupkanlah Hidupmu ! - Kali ini saya posting dengan sangat semangat, hehe... (tapi kayaknya kok nggak niat banget, judulnya aja pendek gitu) Pada postingan kali ini saya memang menuliskan judul pendek untuk mengingatkan kepada pembaca bahwa dalam memahami sesuatu janganlah hanya dalam selintas lalu dan parsial, pahamilah maksudnya secara keseluruhan. Oleh karena itu mari kita membiasakan diri untuk memberi komentar di mana saja setelah memahami judul dan isinya (nyambung nggak sih?!?!).


Lalu, apa maksud dari judul tersebut? Secara bodoh2an kita dapat memahami bahwa kita harus hidup berkecukupan. Hidup nyaman dengan berbagai hal dapat tercukupi. Istri cukup empat, apartemen cukup lima, mobil cukup sepuluh, dsb (hahaha, cuma bercanda).

Tapi maksud saya dengan judul tersebut adalah lebih dari itu (karena anda juga bukan orang yang bisa dibodohi). Maksud saya adalah kita hidup harus berprinsip pada zuhud, syukur, dan sabar. Kita harus paham bahwa segala yang ada di dunia ini sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, dan segala yang kita miliki di dunia ini adalah kepunyaanNya. Kita hanyalah makhluk yang dipinjami (dipersenjatai) untuk melangsungkan tujuan hidup kita sebagai manusia. Senjata bisa digunakan untuk melindungi diri sendiri bisa juga membahayakan diri sendiri.

Mungkin akan terlihat naif jika saya memberitahukan hal2 tersebut kepada orang2 yang lebih berilmu daripada saya, yang lebih utama bagaimanakah contoh riilnya? Jawabnya mungkin akan terlalu teoritis lagi, namun hal ini cukup penting diingatkan sebagai tambahan sudut pandang orang lain untuk anda.

Hal yang perlu diingat pertama kali adalah pernyataan : anda tak akan masuk surga dengan ibadah dan ketakwaan anda, tetapi hanya dengan ridhoNya. Anda tentu paham jika syarat masuk surga adalah keimanan dan ketaqwaan kita, sedangkan Tuhan tidak akan mengingkari janji setelah usaha kita tersebut. Akan tetapi jauhilah pemikiran laknat bernama sombong ketika kita menganggap kita masuk surga karena usaha kita. Sekali-kali tidak! Coba pikir apakah kita bisa nyaman beribadah jika kita tidak diberi nikmat berupa kesehatan. Lagipula usaha, iman, dan ketaqwaan adalah wujud lain anugerahNya kepada kita. Di sini yang perlu kita ambil bukanlah pasrah kepada takdirNya, namun menjauhi sikap sombong setelah apa yang kita lakukan untuk mendapat ridhoNya.

Hal lain yang sangat perlu diterapkan pada zaman sekarang adalah kecukupan dunia. Ada ungkapan lain : sedekah adalah yang sisa dari kebutuhan kita. Lalu apa sih kebutuhan kita? Makan tiga kali sehari (meski makan lebih dari dua kali sehari dihitung boros), berpakaian menutupi aurat, tempat tinggal yang nyaman untuk istirahat dan beribadah, perlengkapan kecil lain seperti alat masak dan makan, alat tulis dan belajar, alas tidur, almari dll. Sementara sarana pendukng lain seperti alat transportasi, komunikasi, dll merupakan kebutuhan yang bisa diadakan ketika mendesak. Lalu adakah mobil mewah, makanan melimpah, apartemen yang wah, pakaian mahal, perhiasan bergerincing merupakan kebutuhan? Ataukah sekadar kesombongan? Anda bisa menjawabnya sendiri.

Di sini saya tidak mempengaruhi anda menjadi hidup miskin dan merasa cukup yang menyesatkan. Di sini saya mengajak semuanya untuk bisa kaya. Lalu bukankah kalau sudah mampu mencukupi kebutuhan hidup kita sudah tidak perlu lagi menjadi kaya? Ya, kita boleh merasa cukup memiliki segala sesuatu kecuali iman, ilmu, dan pahala. Seperti apakah batas ketiganya? Apakah anda pernah merasa cukup untuk meningkatkan ketiganya? Jika jawabannya Ya saya hanya sanggup mendoakan anda cepat bertobat. Namun jika anda terus mengupgrade ketiganya sedangkan anda tetap low profile dengan kebutuhan dan gaya hidup anda, dengan izinNya anda akan menjadi orang yang kaya raya.

Satu hal lagi yang dapat memotivasi kita untuk menjadi kaya adalah : ketika orang menarget berpenghasilan 100 juta per bulan maka anda jangan mengikutinya, namun targetlah anda berzakat (maal) 100 juta per bulan. Bukankah jika kita memiliki target zakat 100 juta berarti penghasilan kita adalah 4 Milyar per bulan?

sumber : my deleted blog 
gambar : https://haritsaja.wordpress.com/2010/09/23/bunga-sederhana/

1 komentar

ILA HonEyBuNNy said...

sabar itu indah...;-)

semangat baca entry neh...hehe

salam ziarah..

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK