Selamat membaca
Eksternalitas
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Eksternalitas

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Eksternalitas

Eksternalitas - Pengertian eksternalitas adalah biaya atau manfaat dari transaksi pasar yang  tidak  tercermin  dalam  harga, dan muncul  pada  saat  pihak  ketiga selain pembeli dan penjual, mempengaruhi produksi atau konsumsi suatu barang.

Definisi yang lebih singkat tentang eksternalitas adalah dampak yang diterima oleh pihak ketiga akibat adanya transaksi dua pihak.

Manfaat yang dinikmati  atau  biaya yang  menjadi  beban  pihak  ketiga  ini  tidak dipertimbangkan  oleh  baik  pembeli maupun  penjual  dari  barang  atau  jasa  yangbersangkutan. Eksternalitas ini muncul, biasanya, dalam transaksi penyediaan atau pertukaaran barang publik, karena karakteristik dasarnya. 

Salah satu karakteristik penting dari eksternalitas adalah sifat  reciprocal.
Suatu pabrik mungkin menyebabkan eksternalitas kepada lingkungannya dengan aroma yang tidak sedap. Di sisi lain, keinginan warga sekitar untuk membebaskan diri dari bau tak sedap akan menimbulkan beban bagi perusahaan. Beban ini tetap akan  timbul  tidak  tergantung  apakah  bau  tak  sedap  akan  berkurang  atau  tidak.

Pertanyaannya  adalah  siapa  yang  harus menanggung  beban  tersebut.  Perhatian ekonom  tertuju  pada  distribusi  manfaat  dan  beban  sedemikian  rupa  sehingga menggerakkan  produksi  pada  tingkat  dimana  biaya  marjinal  sama  dengan manfaat marjinal. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan berbagai cara.

Eksternalitas Positif
Beberapa  kasus  eksternalitas  positif  dicontoh  berikut  ini.  Pendidikan untuk  anak,  misalnya,  tidak  hanya  memberi  manfaat  bagi  anak-anak  dan keluarganya, akan  tetapi  juga bagi masyarakat. Orang-orang yang berpendidikan akan lebih produktif, lebih berperilaku positif, dan akan memiliki selera yang lebih
mapan  dalam  barang  dan  jasa,  yang  merupakan  ciri-ciri  masayarakat  terdidik.

Dengan  cara yang  sama, ketika  sampah  lingkungan kita diangkut  secara  teratur, risiko  kesehatan  kita  akan  berkurang,  dan  nilai  properti  kita  akan  mengalami peningkatan.  Ketika  lampu  penerangan  jalan  ada  di  seberang  blok  rumah  kita, yang dibayar oleh para warga dalam kompleks tersebut, kita dapat berjalan dalam kondisi  aman  di malam  hari. Ketika  sebuah  keluarga memperbaiki  rumah  dan lingkungan  sekitar  dengan  indah, manfaat  tidak  hanya  dinikmati oleh  warga sekitar,  akan  tetapi  juga  dinikmati  oleh  orang-orang yang lewat di perumahan tersebut. Masih banyak kasus lain yang dapat dijadikan contoh untuk eksternalitas postif.

Eksternalitas Negatif
Beberapa  kasus  eksternalitas  negatif  dapat  dijadikan  contoh  berikut  ini. Perokok  pasif  –  orang  yang  ikut  menghirup  asap  rokok  meskipun  dia  tidak merokok  – merupakan contoh  eksternalitas konsumsi,  sementara polusi  air yang diakibatkan  oleh  limbah  pabrik  merupakan  contoh  eksternalitas  produksi.

Keduanya merupakan  eksternalitas  negatif. Ketika  barang  diproduksi  dan  dijual atau dikonsumsi, kurva biaya marjinal hanya menggambarkan biaya yang nyata timbul  untuk memproduksi  barang  tersebut. Apabila  biaya-biaya  kepada  pihak lain  timbul karena proses produksi menimbulkan kebisingan, polusi, dan bahaya lain –  termasuk biaya  sosial – pasar  tidak akan memperhitungkan biaya  tersebut dalam menentukan harga equilibrium. Tanpa intervensi pihak lain, produsen dan konsumen  akan mempertimbangkan  harga  yang  terlalu  rendah,  karena mereka tidak mempertimbangkan biaya-biaya sosial.  

Dengan demikian, biaya sosial harus ditambahkan dalam biaya produksi - biaya material,  tenaga kerja, modal dan  input  lain  - dalam kurva biaya marjinal. Proses menambahkan biaya sosial kedalam biaya produksi dan nantinya tercermin dalam biaya pasar tersebut sering disebut sebagai proses internalisasi eksternalitas (internalizing  externalities).  Banyak  teknik  dapat  digunakan  dalam  proses internalisasi  ekstrnalitas  tersebut. Misalnya,  peraturan  mengharuskan  produsen untuk  memperhatikan  keamanan  pekerjanya,  mengurangi  emisi  gas  buang, mengurangi kebisingan dalam metode produksinya.


sumber :
gambar : putracenter.com   

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK