Eksternalitas - Pengertian eksternalitas adalah biaya atau manfaat dari transaksi pasar yang tidak tercermin dalam harga, dan muncul pada saat pihak ketiga selain pembeli dan penjual, mempengaruhi produksi atau konsumsi suatu barang.
Definisi yang lebih singkat tentang eksternalitas adalah dampak yang diterima oleh pihak ketiga akibat adanya transaksi dua pihak.
Manfaat yang dinikmati atau biaya yang menjadi beban pihak ketiga ini tidak dipertimbangkan oleh baik pembeli maupun penjual dari barang atau jasa yangbersangkutan. Eksternalitas ini muncul, biasanya, dalam transaksi penyediaan atau pertukaaran barang publik, karena karakteristik dasarnya.
Salah satu karakteristik penting dari eksternalitas adalah sifat reciprocal.
Suatu pabrik mungkin menyebabkan eksternalitas kepada lingkungannya dengan aroma yang tidak sedap. Di sisi lain, keinginan warga sekitar untuk membebaskan diri dari bau tak sedap akan menimbulkan beban bagi perusahaan. Beban ini tetap akan timbul tidak tergantung apakah bau tak sedap akan berkurang atau tidak.
Pertanyaannya adalah siapa yang harus menanggung beban tersebut. Perhatian ekonom tertuju pada distribusi manfaat dan beban sedemikian rupa sehingga menggerakkan produksi pada tingkat dimana biaya marjinal sama dengan manfaat marjinal. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan berbagai cara.
Eksternalitas Positif
Beberapa kasus eksternalitas positif dicontoh berikut ini. Pendidikan untuk anak, misalnya, tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak dan keluarganya, akan tetapi juga bagi masyarakat. Orang-orang yang berpendidikan akan lebih produktif, lebih berperilaku positif, dan akan memiliki selera yang lebih
mapan dalam barang dan jasa, yang merupakan ciri-ciri masayarakat terdidik.
Beberapa kasus eksternalitas positif dicontoh berikut ini. Pendidikan untuk anak, misalnya, tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak dan keluarganya, akan tetapi juga bagi masyarakat. Orang-orang yang berpendidikan akan lebih produktif, lebih berperilaku positif, dan akan memiliki selera yang lebih
mapan dalam barang dan jasa, yang merupakan ciri-ciri masayarakat terdidik.
Dengan cara yang sama, ketika sampah lingkungan kita diangkut secara teratur, risiko kesehatan kita akan berkurang, dan nilai properti kita akan mengalami peningkatan. Ketika lampu penerangan jalan ada di seberang blok rumah kita, yang dibayar oleh para warga dalam kompleks tersebut, kita dapat berjalan dalam kondisi aman di malam hari. Ketika sebuah keluarga memperbaiki rumah dan lingkungan sekitar dengan indah, manfaat tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, akan tetapi juga dinikmati oleh orang-orang yang lewat di perumahan tersebut. Masih banyak kasus lain yang dapat dijadikan contoh untuk eksternalitas postif.
Eksternalitas Negatif
Beberapa kasus eksternalitas negatif dapat dijadikan contoh berikut ini. Perokok pasif – orang yang ikut menghirup asap rokok meskipun dia tidak merokok – merupakan contoh eksternalitas konsumsi, sementara polusi air yang diakibatkan oleh limbah pabrik merupakan contoh eksternalitas produksi.
Beberapa kasus eksternalitas negatif dapat dijadikan contoh berikut ini. Perokok pasif – orang yang ikut menghirup asap rokok meskipun dia tidak merokok – merupakan contoh eksternalitas konsumsi, sementara polusi air yang diakibatkan oleh limbah pabrik merupakan contoh eksternalitas produksi.
Keduanya merupakan eksternalitas negatif. Ketika barang diproduksi dan dijual atau dikonsumsi, kurva biaya marjinal hanya menggambarkan biaya yang nyata timbul untuk memproduksi barang tersebut. Apabila biaya-biaya kepada pihak lain timbul karena proses produksi menimbulkan kebisingan, polusi, dan bahaya lain – termasuk biaya sosial – pasar tidak akan memperhitungkan biaya tersebut dalam menentukan harga equilibrium. Tanpa intervensi pihak lain, produsen dan konsumen akan mempertimbangkan harga yang terlalu rendah, karena mereka tidak mempertimbangkan biaya-biaya sosial.
Dengan demikian, biaya sosial harus ditambahkan dalam biaya produksi - biaya material, tenaga kerja, modal dan input lain - dalam kurva biaya marjinal. Proses menambahkan biaya sosial kedalam biaya produksi dan nantinya tercermin dalam biaya pasar tersebut sering disebut sebagai proses internalisasi eksternalitas (internalizing externalities). Banyak teknik dapat digunakan dalam proses internalisasi ekstrnalitas tersebut. Misalnya, peraturan mengharuskan produsen untuk memperhatikan keamanan pekerjanya, mengurangi emisi gas buang, mengurangi kebisingan dalam metode produksinya.
sumber :
gambar : putracenter.com
sumber :
gambar : putracenter.com

0 komentar
Silahkan Beri Komentar Saudara...