Konsep Budgeting - Pengertian Anggaran adalah suatu rencana keuangan yang merupakan perkiraan tentang apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Setiap anggaran belanja menguraikan berbagai fakta yang khusus (spesifik) tentang apa-apa yang direncanakan untuk dilakukan oleh unit organisasi yang menyusun anggaran belanja tersebut pada periode waktu yang akan datang. Dalam anggaran, dipaparkan adanya rencana pengeluaran yang didasarkan pada ekspektasi pendapatan. Rencana pengeluaran sebaiknya mengindikasikan juga urutan skala prioritas serta ekspektasi kualitas dan kuantitas layanan.
Seluruh rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah dilakukan melalui prosedur pembahasan oleh lembaga legislatif untuk disahkan setiap tahun, on-budget. Dapat juga sebagian kecil anggaran yang dibiayai dengan dedicated fund tidak dibahas oleh lembaga legislatif setiap tahunnya, off-budget. Contoh dari off-budget adalah alokasi dana yang diperuntukkan bagi program pensiun dan tunjangan hari tua. Namun APBN di Indonesia mengenal unified-budget yaitu konsolidasi antara on-budget dan off-budget.
Apabila :
1. rencana pengeluaran lebih dari anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget deficit.
2. rencana pengeluaran sama dengan anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget balance.
3. rencana pengeluaran kurang dari anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget surplus.
Di dalam konsep anggaran perlu dibedakan antara :
- penerimaan versus pendapatan, dan
Penerimaan publik ada yang mengakibatkan aliran dana masuk yang tidak menambah kekayaan neto negara, seperti penerimaan kembali anggaran pengeluaran yang tidak terpakai.
Sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara, contohnya penerimaan pajak.
- pengeluaran versus belanja.
Pengeluaran publik seperti pembayaran pokok hutang akan diikuti dengan pengurangan liabilitas publik sehingga tidak mengurangi kekayaan neto negara.
Sedangkan belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara, misalnya pembayaran bunga hutang.
Jenis-jenis Anggaran
Jenis-jenis anggaran meliputi :
a. Anggaran belanja obyek belanja / line-item (line-item budgeting)
Jenis anggaran belanja yang hanya membuat daftar barang-barang atau obyek-obyek. Bila obyek yang ada dalam line-item budget cukup banyak, maka perlu dibuat pengelompokan ataupun penggolongan.
b. Angaran belanja berprogram (a program budgeting)
Suatu anggaran yang berorientasi kepada maksud dan tujuan (misi) untuk apa uang dibelanjakan. Anggaran berprogram mengelompokan pengeluarannya ke dalam program-program.
c. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting)
Anggaran belanja berbasis kinerja (performance budget) dibangun atas anggaran berprogram. Anggaran belanja berbasis kinerja ini hanya menambahkan keterangan berapa banyak jenis pelayanan yang akan disediakan untuk melaksanakan suatu tujuan. Pemerintah kita saat ini sering menganut jenis penganggaran ini.
d. Zero-based budgeting Tidak seperti kebanyakan proses pengganggaran yang jumlah dan rincian kegiatannya didasarkan atas anggaran tahun sebelumnya seperti dinaikkan atau sama, zero-based budgeting menggunakan paket-paket anggaran. Seluruh program kegiatan pemerintah harus dijustifikasi setiap tahun dengan tidak mendasarkan atas kemiripan kegiatan yang telah selenggarakan tahun sebelumnya. Konsep ini sangat sulit dilakukan dalam tataran praktik. {lamanbaca}
sumber :
gambar : renamei77.student.umm.ac.id
Seluruh rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah dilakukan melalui prosedur pembahasan oleh lembaga legislatif untuk disahkan setiap tahun, on-budget. Dapat juga sebagian kecil anggaran yang dibiayai dengan dedicated fund tidak dibahas oleh lembaga legislatif setiap tahunnya, off-budget. Contoh dari off-budget adalah alokasi dana yang diperuntukkan bagi program pensiun dan tunjangan hari tua. Namun APBN di Indonesia mengenal unified-budget yaitu konsolidasi antara on-budget dan off-budget.
Apabila :
1. rencana pengeluaran lebih dari anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget deficit.
2. rencana pengeluaran sama dengan anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget balance.
3. rencana pengeluaran kurang dari anggaran penerimaan, disebut kebijakan budget surplus.
Di dalam konsep anggaran perlu dibedakan antara :
- penerimaan versus pendapatan, dan
Penerimaan publik ada yang mengakibatkan aliran dana masuk yang tidak menambah kekayaan neto negara, seperti penerimaan kembali anggaran pengeluaran yang tidak terpakai.
Sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara, contohnya penerimaan pajak.
- pengeluaran versus belanja.
Pengeluaran publik seperti pembayaran pokok hutang akan diikuti dengan pengurangan liabilitas publik sehingga tidak mengurangi kekayaan neto negara.
Sedangkan belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara, misalnya pembayaran bunga hutang.
Jenis-jenis Anggaran
Jenis-jenis anggaran meliputi :
a. Anggaran belanja obyek belanja / line-item (line-item budgeting)
Jenis anggaran belanja yang hanya membuat daftar barang-barang atau obyek-obyek. Bila obyek yang ada dalam line-item budget cukup banyak, maka perlu dibuat pengelompokan ataupun penggolongan.
b. Angaran belanja berprogram (a program budgeting)
Suatu anggaran yang berorientasi kepada maksud dan tujuan (misi) untuk apa uang dibelanjakan. Anggaran berprogram mengelompokan pengeluarannya ke dalam program-program.
c. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting)
Anggaran belanja berbasis kinerja (performance budget) dibangun atas anggaran berprogram. Anggaran belanja berbasis kinerja ini hanya menambahkan keterangan berapa banyak jenis pelayanan yang akan disediakan untuk melaksanakan suatu tujuan. Pemerintah kita saat ini sering menganut jenis penganggaran ini.
d. Zero-based budgeting Tidak seperti kebanyakan proses pengganggaran yang jumlah dan rincian kegiatannya didasarkan atas anggaran tahun sebelumnya seperti dinaikkan atau sama, zero-based budgeting menggunakan paket-paket anggaran. Seluruh program kegiatan pemerintah harus dijustifikasi setiap tahun dengan tidak mendasarkan atas kemiripan kegiatan yang telah selenggarakan tahun sebelumnya. Konsep ini sangat sulit dilakukan dalam tataran praktik. {lamanbaca}
sumber :
gambar : renamei77.student.umm.ac.id

0 komentar
Silahkan Beri Komentar Saudara...