Sifat Akuntansi
1. Laporan historis
Laporan Keuangan pada hakikatnya mencatat informasi yang sudah terjadi, bukannya mencatat yang akan terjadi.
2. Classification (Klasifikasi)
Informasi melalui laporan keuangan diklasifikasikan sesuai dengan kepentingan manajemen, lembaga donor dan pemakai lainnya. Begitu juga dengan transaksi, diklasifikasikan pada aset, kewajiban, ekuitas atau akun lainnya.
3. Summarization (Ringkasan)
Transaksi dan kejadian-kejadian yang sama dalam perusahaan dikelompokkan dan diikhtisarkan menurut metode tertentu sesuai pola yang sudah mapan dalam akuntansi.
4. Measurement Basis (Dasar Pengukuran)
Dasar pengukuran yang digunakan dalam akuntansi ada bermacam-macam seperti Historical Cost, Cost Market, Locom (lower of cost on market), Realizable Value, Fair Value, dan lain-lain.
5. Verifiability (Bisa dibuktikan)
Setiap informasi dalam laporan keuangan harus dapat dibuktikan melalui bukti-bukti yang sah.
6. Conservatism (Kehati-hatian)
Perusahaan biasanya memiliki kejadian-kejadian yang tidak pasti (uncertainty). Dalam keadaan seperti ini laporan keuangan memilih angka yang kurang menguntungkan. Laporan keuangan memilih dan menilai asset dan pendapatan yang paling minimal. Misalnya: Rugi yang belum direalisir tapi sudah ada dasarnya sudah dapat dicatat sedang laba yang belum direalisir walau sudah ada indikasi laba belum dapat dicatat sebagai laba.
7. Technical Terminology (Istilah teknis)
Banyak istilah yang digunakan dalam laporan keuangan merupakan istilah teknis akuntansi yang berlaku khusus untuk akuntansi yang harus dipahami pembaca yang belum tentu cocok dengan disiplin lain.
gambar : putrictq.blogspot.com

0 komentar
Silahkan Beri Komentar Saudara...