Akuntansi Berbasis Akrual Vs Akuntansi Berbasis Kas - Ada dua macam basis akuntansi yang secara luas digunakan : basis akrual dan basis kas. Dalam akuntansi berbasis akrual, pengaruh dari suatu kejadian usaha langsung diamati pada saat terjadinya. Jika suatu usaha memberikan suatu jasa, melakukan penjualan, atau menyelesaikan suatu beban, transaksi tersebut akan dicatat di dalam buku tanpa memperhatikan apakah uang kas sudah diterima atau belum ataukah kas sudah dikeluarkan atau belum.
Sedangkan dalam akuntansi berbasis kas, kita tidak akan mencatat satu transaksi jika belum ada uang kas yang diterima atau yang dikeluarkan. Penerimaan kas akan diperlakukan sebagai pendapatan dan pembayaran kas akan diperlakukan sebagai beban. Kelemahan pada akuntansi berbasis kas adalah tidak ada pencatatan transaksi yang tidak langsung disertai uang kas.
Misalnya untuk kasus di atas. Pada saat MoU ditandatangani, tidak dianggap sebagai transaksi. Karena itu tidak ada pencatatan apapun yang dilakukan oleh akuntansi. Bagian Akunting baru mencatatnya sebagai transaksi, jika Lembaga Donor telah memberikan dananya baik secara tunai maupun transfer ke rekening bank.
Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), organisasi diasumsikan akan hidup terus untuk jangka waktu yang panjang, sehingga pencatatan yang dilakukan harus menggunakan basis-akrual. Hal ini berarti pendapatan diakui dan dicatat pada saat terjadinya dan beban pada saat terjadinya beban. Tetapi memang basis akrual akan sulit dilaksanakan oleh NGO karena sifat dan karakteristik yang khusus dari NGO (Non-Profit Organization).
gambar : pajak-kita.blogspot.com

0 komentar
Silahkan Beri Komentar Saudara...