Selamat membaca
Manajemen Keuangan
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||
Showing posts with label Manajemen Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Keuangan. Show all posts

Rasio Keuangan

Rasio Keuangan - Pengertian Financial Ratio adalah perbandingan komponen-komponen tertentu di dalam laporan keuangan untuk melihat kondisi suatu perusahaan.

Macam-macam Rasio Keuangan :
1. Firm Liquidity
            Current Ratio = current assets : current liabilities
            Acid-test Ratio = (current assest – inventories) : current liabilities
            Average Collection Period = account receivable : daily credit sales
            Account Receivable Turnover = credit sales : account receivable
            Inventory Turnover = cost of goods sold : inventory

2. Operating Profitability
            Operating Income Return = operating income : total assets
            Operating Profit Margin = operating income : sales
            Total Assets Turnover = sales : total assets
            Account Receivable Turnover = credit sales : account receivable
            Inventory Turnover = cost of goods sold : inventory
            Fixed Assets Turnover = sales : net fixed assets

3 Financing Decisions
            Debt ratio = total liabilities : total assets
            Times Interet Earned = operating income : interest expense

4. Return of Equity
            Return of Equity = net income : common stock

sumber : "Financial Management, principles and applications" >Keown Martin Petty Scott, Jr.
gambar : iclipsinc.com

Free Cash Flows

Free Cash Flows - Dalam akuntansi berbasis akrual, income dan revenue diakui ketika suatu kewajiban untuk mendapatkannya telah terpenuhi tanpa peduli kas telah diterima atau belum ; dan expense diakui ketika suatu manfaat telah didapat tanpa memperhatikan kas telah dibayarkan atau belum. Di sinilah perbedaan profit orientation dan cash orientation. Dalam Manajemen Keuangan, kas adalah segalanya, bukan keuntungan. Sehingga yang dipakai dalam perhitungan Manajemen Keuangan adalah Free Cash Flows.

Pengertian Free Cash Flows (FCF) adalah sisa cash flows yang akan dibagikan pada pemilik saham setelah untuk membayar beban operasional dan digunakan untuk investasi. FCF dapat bernilai positif dan negatif. Dari pengertiannya dapat diambil kesimpulan tentang FCF :
operating FCF = financing FCF

Mengitung Free Cash Flows (FCF)
1. Sudut Pandang Operasi 
FCFo = after-tax operating CF - investment in assets


after-tax operating CF = EBITDA*- cash tax payments EBITDA = Operating Income + depreciation
*(earnings before income, taxes, depreciation, and amortization)

investment in assets = change in net operating capital + change in fixed and other assets
change in net oc = change in current assets - change in noninterest-bearing current liabilities
change in fixed and oa = increase+/ decrease- in gross fixed and other assets


2. Sudut Pandang Pendanaan/ Investasi
FCFf = Interest receiveid by the firm`s creditor  - change in debt principal - dividends paid to stockholders - change in stock

sumber :
gambar : accounting-financial-tax.com

10 Aksioma Manajemen Keuangan

10 Aksioma Manajemen Keuangan - Dalam mempelajari Manajemen Keuangan, tidak akan terlepas dari 10 Aksioma. 10 Aksioma ini merupakan dasar dari Manajemen Keuangan. Seorang pemula perlu mempelajari aksioma-aksioma berikut sebelum mengenal dan masuk lebih dalam ke Manajemen Keuangan meskipun dia sama sekali awam dalam dunia keuangan.

Pengertian aksioma adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan atau ditunjukkan alasannya tetapi dianggap baik, jelas, atau tunduk pada keputusan yang diperlukan. Oleh karena itu, kebenarannya diambil begitu saja, dan berfungsi sebagai titik awal untuk menyusun kesimpulan dan menyimpulkan lainnya (teori tergantung) kebenaran [wikipedia]. Aksioma bisa disebut juga rule of the games (aturan main) atau "memang harusnya seperti itu". Kita ambil contoh : dalam matematika, angka "satu" ditulis dengan "1", atau dengan cara membentuk garis lurus vertikal semacam itu. Kenapa tidak berbentuk seperti ini "%" ? Itu aksioma.

10 Aksioma Manajemen Keuangan tersebut adalah :
1. The Risk - Return Trade Off
Untuk mendapatkan manfaat (pengembalian) dari suatu proyek, kita harus memperhatikan resiko yang akan ditanggung. Tidak diperkenankan mengambil risk (resiko) yang besar apabila return (pengembalian) yang diinginkan tidak lebih besar dar resiko tersebut.

2. Time Value of Money
Nilai uang di masa sekarang tentu lebih besar dibanding diterima di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan adanya inflasi, ketidak-pastian di masa mendatang, dan adanya opportunity cost -biaya untuk mendapatkan sesuatu dengan mengorbankan sesuatu yang lainnya-.

3. Cash- Not Profit- is King
Dalam perusahaan, kas adalah segalanya, bukan malah keuntungan. Mengapa ? Kas adalah bentuk paling lancar untuk melakukan ekspansi dan investasi (ataupun reinvestasi) dalam bentuk apapun. Sedangkan profit hanyalah hasil akhir dari keseluruhan operasional perusahaan yang akan dibagikan kepada pemilik/ pemegang saham.

4. Incremental Cash Flow
Tambahan kas, adalah satu-satunya hal yang diperhitungkan. Berbeda dengan akuntansi biasa yang memperhitungkan keseluruhan cash flow, dalam hal ini tambahan kas dapat memperlihatkan misalnya perbedaan kondisi keuangan perusahaan saat sebelum dan sesudah diadakannya produk baru.

5. The Curse of Competitive Market
Di dalam pasar yang kompetitif atau yang sangat ketat persaingannya sebuah perusahaan akan sangat sulit mendapatkan keuntungan yang besar. Dua cara yang lazim digunakan perusahaan dalam bersaing adalah : 1) membuat unik barang yang dijualnya dan 2) menekan biaya produksinya.

6. Efficient Capital Market
Pasar modal dapat dikatakan efisien apabila informasi yang tersedia tentang harga saham, dsb. sangatlah cepat dan tepat. Dalam hal adanya manipulasi oleh pihak-pihak tertentu bisa dikatakan hampir mustahil.

7. The Agency Problem
Wajarnya pihak direksi dan pemilik perusahaan (corporation) adalah orang yang berbeda. Masing-masing tentu menginginkan perusahaan menguntungkan dirinya. Namun pemilik hanya bisa membuat keputusan-keputusan umum dalam RUPS sedangkan manajemen dan operasional diserahkan pada dewan direksi. Disinilah benturan kepentingan dapat terjadi sehingga bisa muncul kecurangan-kecurangan tertentu dalam perusahaan.
Sebenarnya hal ini dapat ditanggulangi dengan adanya peraturan menenai prestasi dan sanksi bagi karyawan. Serta adanya hak opsi membeli saham untuk karyawan sehingga loyalitasnya pada perusahaan tetap terjaga.

8. Taxes Bias Business Decisions
Pajak yang diterapkan di tiap negara berbeda-beda. Bahkan dalam satu negara pun, pajak yang harus dibayarkanpun dapat berbeda-beda. Sehingga dapat mempenaruhi keputusan yang akan diambil perusahaan. Dalam Manajemen Keuangan, perlu ditekankan bahwa segala perhitungan haruslah : setelah pajak.

9. All Risk Is Not Equal
Seluruh resiko yang ada belum tentu sebanding satu dengan lainnya. Hal ini di antaranya disebabkan sulitnya mengukur resiko-resiko tersebut. Solusi alternatif dalam menanganinya adalah adanya diversifikasi.

10. Ethical Behaviour Dilemmas
Etika dan moral adalah hal yang penting. Etika adalah tindakan yang dianggap benar oleh seseorang. Namun apakah etika tersebut tepat dalam bisnis atau sesuai dengan anggapan benar oleh pihak lain, itu yang sulit ditentukan. {lamanbaca}

sumber :
gambar : keuangan.petra.ac.id

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan - Pengertian Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Tujuan Manajemen Keuangan
Ketika mengenal ilmu ekonomi atau akuntansi, kita dikenalkan  dengan tujuan sebuah perusahaan yang berupa maksimalisasi laba. Namun ketika masuk ke dalam ruang lingkup Manajemen Keuangan, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Permasalahan utama ketika maksimalisasi laba (profit maximalization) dipakai sebagai tujuan adalah adanya dua hal : uncertainty dan timing. Maksud dari uncertainty adalah ketidak-pastian resiko yang dihadapi di berbagai periode dalam menghasilkan laba. Sedangkan, maksud dari masalah timing adalah tidak menghiraukan waktu pengembalian dari suatu proyek/ operasi.

Tujuan perusahaan menurut Manajemen Keuangan adalah  menciptakan, mengelola, dan mempertahankan nilai ekonomi atau kesejahteraan pemilik perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Maksud dari kesejahteraan pemilik dalam dunia akuntansi bisa disandingkan dengan besarnya dividen yang dibagikan kepada pemilik saham biasa. Asal pemberian dividen tersebut adalah Retained Earning (laba ditahan), sedangkan laba ditahan didapat dari laba bersih setiap periode. Jadi, tujuan perusahaan menurut Manajemen Keuangan lebih luas dan lebih tepat.

Sedangkan, tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang manejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntungan / Laba Perusahaan {lamanbaca}

sumber :
gambar : aadesanjaya.blogspot.com

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK