Teman-teman yang ikut tes (sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, pegawai negeri, dll) seringkali dihadapkan pada soal psikotes. Tidak seperti tes akademis biasa yang dipelajari di sekolah, tes tersebut masih jarang dipelajari oleh anak sekolah pada umumnya. Jadi untuk sedikit memberi pengetahuan tentang apa itu psikotes, mari kita simak tulisan berikut.
Psikotes atau ada yang menyebutnya Tes Potensi Akademik biasanya berbentuk tes IQ yang digunakan instansi pengetes yang berguna untuk mengetahui dan menyaring peserta tes. Tujuannya adalah untuk mengenali potensi, bakat, dan karakteristik peserta tes dalam waktu yang relatif singkat. Dengan cara itu pengetes mendapat hasil obyektif dan relatif valid, untuk mengetahu diterima/ tidaknya serta penempatan yang pas bagi peserta yang diterima.
Seringkali, peserta gagal pada tahap ini. Sebenarnya kegagalan tersebut bukan karena kebodohan si peserta tes, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti ketidakcocokan instansi dengan peserta, kondisi psikologis dan fisik saat mengerjakan, atau kekurangsiapan peserta menghadapi tes semacam itu.
Macam psikotes sedikitnya dapat dibedakan menjadi 7 macam, yaitu :
1. Tes Pemikiran Verbal
Tes ini menguji peserta dalam kecakapan, ketrampilan, kecepatan, dan ketepatan mengolah kata atau mengetahui tanggapan peserta terhadap kata-kata yang diberikan.
Soal-soal ini termasuk mudah, tetapi cukup menentukan hasil tes. Karena yang terpenting dari tes ini bukan jawaban benar atau salah, tetapi penalaran dan kecepatan berpikir dan menelaah soal dalam bentuk kata.
Contoh soal :
a. Daughter : Girl = Son : …….
Maka jawabannya adalah boy karena perimbangan kata daughter dengan son dan girl dengan boy.
b. Apa yg dimaksud sangkar (burung) ?
a. kandang burung b. tempat istirahat c. bangunannya
Maka jawabannya adalah C. karena yang dimaksud adalah “sangkar” sedangkan burung adalah keterangan penjelas dari “sangkar”.
2. Tes Pemikiran Numerik
Tes ini menguji peserta dalam kecepatan, kokonsistensinan, dan keakuratan menjawab soal dalam bentuk bilangan. Peserta harus melihat bagaimana angka-angka tersebut terbentuk sehingga dapat menerapkan cara pembentukan tersebut pada jawaban soal.
Contoh soal :
a. 2-5-8-11-14-…
Maka jawabannya adalah 18. Karena setiap bilangan tersebut berselisih 3.
b. Jika 5 (9) 15 maka 4 (…) 20
Maka jawabannya adalah 15. Karena pada pernyataan pertama, angka (9) didapat dari angka belakang dibagi angka depan dikali 3.
3. Tes Perseptual
Psikotes atau ada yang menyebutnya Tes Potensi Akademik biasanya berbentuk tes IQ yang digunakan instansi pengetes yang berguna untuk mengetahui dan menyaring peserta tes. Tujuannya adalah untuk mengenali potensi, bakat, dan karakteristik peserta tes dalam waktu yang relatif singkat. Dengan cara itu pengetes mendapat hasil obyektif dan relatif valid, untuk mengetahu diterima/ tidaknya serta penempatan yang pas bagi peserta yang diterima.
Seringkali, peserta gagal pada tahap ini. Sebenarnya kegagalan tersebut bukan karena kebodohan si peserta tes, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti ketidakcocokan instansi dengan peserta, kondisi psikologis dan fisik saat mengerjakan, atau kekurangsiapan peserta menghadapi tes semacam itu.
Macam psikotes sedikitnya dapat dibedakan menjadi 7 macam, yaitu :
1. Tes Pemikiran Verbal
Tes ini menguji peserta dalam kecakapan, ketrampilan, kecepatan, dan ketepatan mengolah kata atau mengetahui tanggapan peserta terhadap kata-kata yang diberikan.
Soal-soal ini termasuk mudah, tetapi cukup menentukan hasil tes. Karena yang terpenting dari tes ini bukan jawaban benar atau salah, tetapi penalaran dan kecepatan berpikir dan menelaah soal dalam bentuk kata.
Contoh soal :
a. Daughter : Girl = Son : …….
Maka jawabannya adalah boy karena perimbangan kata daughter dengan son dan girl dengan boy.
b. Apa yg dimaksud sangkar (burung) ?
a. kandang burung b. tempat istirahat c. bangunannya
Maka jawabannya adalah C. karena yang dimaksud adalah “sangkar” sedangkan burung adalah keterangan penjelas dari “sangkar”.
2. Tes Pemikiran Numerik
Tes ini menguji peserta dalam kecepatan, kokonsistensinan, dan keakuratan menjawab soal dalam bentuk bilangan. Peserta harus melihat bagaimana angka-angka tersebut terbentuk sehingga dapat menerapkan cara pembentukan tersebut pada jawaban soal.
Contoh soal :
a. 2-5-8-11-14-…
Maka jawabannya adalah 18. Karena setiap bilangan tersebut berselisih 3.
b. Jika 5 (9) 15 maka 4 (…) 20
Maka jawabannya adalah 15. Karena pada pernyataan pertama, angka (9) didapat dari angka belakang dibagi angka depan dikali 3.
3. Tes Perseptual
Tes ini menguji peserta dalam ketelitian, kecepatan, dan kepribadian peserta dengan berpikir menggunakan simbol-simbol, yang berupa gambar-gambar berirama. Tes ini paling sering digunakan dalam tes perusahaan.
4. Tes Kemampuan Teknikal
Tes ini menguji peserta dalam penyelesaian masalah berbentuk soal cerita. Tes ini menguji peserta sampai sejauh mana perasaan memiliki benda yang bersifat mekanis dan teknis.
Contoh Soal :
a. Manakah yg lebih berat, kapas 1 Kg atau besi 1 Kg ?
Maka jawabnya adalah sama berat. Karena keduanya mempunyai berat 1 Kg.
5. Tes Kemampuan Spasial
Tes ini mirip dengan tes Perseptual. Bedanya, tes ini dapat berupa gambar yang berirama maupun tidak, serta lebih sering menggunakan bangun ruang.
6. Tes Kemampuan Analitik
Tes ini menguji peserta untuk menganilis informasi dan menarik kesimpulan logis. Biasanya soal ini juga berbentuk soal cerita.
Contoh Soal :
a. Ani dan Ana menyukai soto ayam. Anu dan Ani suka makan sambal. Siapa yang paling mungkin kepedasan ketika makan soto ayam ?
Maka jawabannya adalah Ani. Karena diantara ketiga orang tersebut yg suka soto ayam sekaligus sambal adalah Ani.
7. Tes Kecerdasan Berpikir
Tes ini sangat mengandalkan kecerdasan dalam kecepatan berhitung, nalar dan verbal. Biasanya tes ini dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas administrasi.
Contoh Soal :
a. 36 + X = Y : 7 =6
Maka jawabannya X = 6 dan Y = 42. Krn Y = 7x6 dan X = Y-36
b. Manakah yg menjadi pertama menurut abjad dr nama : Munawar, Munawir, Munawarman, Munawirid ?
Maka jawabnya adalah Munawar. Dianggap “telah jelas” sesuatu peraturan pengabjadan dalam bahasa Indonesia.
Demikianlah singkatnya mengenai psikotes. Mungkin masih banyak lagi jenis tesnya, namun sebagian besar adalah pengembangan dari tes ini. Saran saya, jangan cemas atau merasa berat ketika mengerjakan soal-soal ini. Tenangkan pikiran dan yakin setiap kali menjawab, persoalan benar atau salah akan mengikuti. Terakhir, hal yang paling penting adalah : latihan ! Soal-soal ini akan menjadi mudah dan ada akan cepat menjawab ketika anda terbiasa berlatih dengan mengerjakannya. Oleh karena itu, selamat berlatih, selamat mengerjakan, dan sukses!!!
gambar :


1 komentar
Iya nih,apa-apa kok sekarang pakai psikotes...
Silahkan Beri Komentar Saudara...