Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Lailahailallahhuallahuakbar walillahil Hamd.
Kumandang takbir bersahutan dimana-mana,sebagaimana hadist Nabi SAW:
Hiasilah hari raya-hari raya kalian dengan takbir.’ (HR. Al-Thabrani dalam Mu’jam al-Shaghir dan al-Ausath)
Hal ini menandakan umat manusia merayakan hari kemenangannya, Hari Raya Idul Fitri tahun 1432 H. Setelah menempuh 30 hari puasa Ramadhan dan mengalami tarbiyah dalam hidup, maka tidak salah jika Hari Raya 1 Syawal dimaknai sebagai hari kelulusan para siswa yang akan menempuh hidup yang lebih berat setahun mendatang.
Pada pagi ini masyarakat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan sholat Ied (bagi yang belum bayar zakat fitrah, cepat segera membayar). Suasana akbar dan semangat ukhuwah terlihat ketika semuanya berbondong-bondong menuju masjid, lapangan, atau tempat pelaksanaan sholat Ied lainnya. Meski timbul perbedaan penanggalan 1 Syawal antara 29 Agustus kemarin dengan 30 Agustus hari ini, namun itu adalah khilaf yang wajar, hendaknya tidak menjadi perselisihan dan pertengkaran umat.
Sesuai tradisi di Indonesia, dan menurut saya sangat bagus, setelah sholat Idul Fitri masyarakat akan berkeliling ke rumah sanak saudara, handai taulan, dan tetangga untuk bersilaturahim dan saling mohon maaf.
Keadaan di daerah asal terasa sangat akrab ketika para musafir kota besar telah mudik ke rumahnya masing-masing. Hal seperti inilah yang sangat dirindukan oleh setiap Muslim di tanah air. Bagi yang berpikiran sangat sempit dan mengatakan ini bid`ah, saya memintakan maaf untuk mereka.
Ada juga tradisi lain yang bisa merusak keagungan hari ini. Hampir setiap orang di negeri ini akan menunjukkan "sesuatu yang baru" khusus pada hari ini. Bukan akhlak atau hati, namun penampilan yang "wah", modis, atau apapun namanya. Mulai dari ujung rambut hingga kaki nampaknya menjadi keharusan untuk menempelkan sesuatu yang baru. Seluruh simpanan perhiasan pun dipasang demi meraih predikat toko berlian berjalan. Termasuk penulis blog ini pun sebenarnya juga telah memiliki pakaian baru (bukan pamer), namun ini adalah "paksaan" orang tua karena merasa tidak enak dengan orang lain ketika anaknya memakai pakaian lama (padahal tetap ganteng :)) di tengah semua orang memakai baju baru. Semoga tahun-tahun ke depan paradigma itu bisa diubah.
Tidak banyak untuk posting kali ini, saya pun juga akan segera berangkat sholat Ied dan bersilaturahin ke banyak tempat (karena di daerah saya, lebaran bisa mencapai 3 hari 3 malam, belum termasuk acara reuni, dll.). Saya hanya ingin mengucapkan :
Minal aidzin wal faidzin
Semoga anda memaafkan segala kesalahan saya baik melalui blog ini ataupun dari saya pribadi, semoga di esok-esok hari kami bisa lebih baik dan bermanfaat untuk semuanya, amin...

1 komentar
Minal aidzin wal faidzin...
Selamat Hari Raya Lebaran (Idul Fitri) 1432 Hijriah
Silahkan Beri Komentar Saudara...