Galeri Puisi - Pada bagian ini saya hanya ingin menampilkan beberapa puisi karya pribadi saya. Bukan sekadar untuk dipuji atau dihina. Tapi hanya dengan menampilkan hal ini, saya telah memuaskan hati saya sendiri. Dan saya hanya berharap semoga andapun bisa turut menikmati.
Jiwa Pilihan
Terpukau pada asa
Asa tiada hati bergeming
Suara-suara hampa di seberang tebing
Rendah berdesir bak hawa surga
Siapa sangka alunan sangkakala
Sabda pandhita ratu
Dari sejuta hanyalah satu
Betapa sukar hutan belukar
Tetap dinanti penduduk negri
Dengar hai anak-anakku
Jadilah pangeran dalam diri hamba
Tiada boleh setan dalam hati paduka
Hidup adalah kesulitan ?
Hidup adalah kesengsaraan ?
Hidup adalah kebosanan ?
Bukan, hidup ialah ciptaan Tuhan
Sebuah kata
Pernahkah kau merenung
Betapa kuingin dirimu bahagia
Bukan ingin dirimu kaya
Bukan ingin dirimu sempurna
Ku hanya tak ingin dirimu terlena
Pada borok berhias bernama dunia
Memang, diriku papa pada urusan harta
Aku hanya punya satu kata
Namun, sungguh indah satu kata yang kupunya
Dengannya hatimu damai
Dengannya hidupmu indah
Maukah kau tahu kata itu?
Sayang sekali
Aku tiada dapat berbagi
Sebab Tuhan telah memberikannya pada tiap hati
Pernahkah dirimu peduli ?
Memilih jalan surga
Tiga tahun proklamasi
Tiga tahun NKRI
Bertahun-tahun melawan panjajah tak berperi
Kini bukan penghargaan yang kuharapkan
Bukan pula pujian sbagai pahlawan
Hanya kuingin bebas dari para setan
Dari kawan yang tlah jadi lawan
Biadab kalian!!! teriakku dalam hati
Kalah keras dengan jeritan saudara-saudaraku yang disileti
Dilempar ke kubang
Bagai bangkai binatang
Andai Tuhan memberiku kekuatan
Untuk sekadar memilih jalan kematian
Kupilih mati dalam medan pertempuran
Melawan para Sekutu serakah
Atau menghadapi Nipon yang haus darah
Daripada di tangan saudara
Yang dirasuki iblis paling hina
Sudahlah kasih
Berpijak pada hatimu
Licin menggelincirkan jalan hidupku
Bergantung pada jiwamu
Rapuh menjatuhkan jiwaku
Jika ada cinta
Tak terbatasi dengan kata bosan
Jika ada sayang
Takkan terobek dengan kata lelah
Tapi aku bosan menunggumu
Tapi aku lelah menasehatimu
Dengarkah kau apa kata hatiku ?
0 komentar
Silahkan Beri Komentar Saudara...