Selamat membaca
Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nonPemerintah
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nonPemerintah

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nonPemerintah

A.Prinsip – Prinsip Akuntansi

Arti penting Prinsip Akuntansi :

1. Dasar untuk pedoman penentuan perlakuan akuntansi dalam menyusun maupun menginterpretasikan laporan keuangan.
2. Pedoman peringkasan dan pengungkapan informasi keuangan.
3. Suatu kesepakatan / aturan main tentang bagaimana laporan keangan disusun agar terjadi komunikasi yang efektif antarra pihak-pihak yang terpisah secara fisik dan fungsional.

Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Karakteristik Prinsip Akuntansi, menurut Paton and Littleton (P&L) menyarankan agar karakteristik berikut melekat pada seperangkat prinsip akuntansi:
1. Prinsip akuntansi menunjukkan pedoman umum yang lengkap tentang fungsi akuntasi sebagai alat untuk mengungkapkan informasi keuangan suatu perusahaan.
2. Prinsip akuntansi tidak harus dikembangkan mengikuti praktik akuntansi yang sedang berjalan karena praktek akuntansi yang sedang berjalan itu sering dilandasi oleh prinsip dan konsep yang dalam beberapa hal saling bertentangan dan secara teoritis tidak konsisten.
3. Prinsip akuntansi hendakna tidak bertentangan atau mendorong pelangggaran terhadap ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku tetapi penyusunan prinsip akuntansi tidak harus menganut konsep, pengertian, pendekatan, kebijaksanaan dan praktik hukum/yuridis tersebut
4. Prinsip akuntansi harus merupakan alat yang praktis di bidang usaha dan keuangan, dapat diandalkan dn relevan untuk memenuhi kebutuhan manajemen, investor, pemerintah dan masyarakat umum.
5. Prinsip akuntansi harus juga logis dan dikembangkan atas dasar penalaran yang jelas sehingga dapat diterima oleh mereka yang berkepentingan dengan akuntansi.

Prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principles) :

Seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan dunia usaha yang dianggap berlaku dalam lingkungan (negara) dan waktu tertentu.

1. Prinsip Harga Perolehan (Principle Of Historical Cost)
Harga perolehan adalah pengorbanan ekonomis yang dinyatakan dalam jumlah uang yang diterima atau dibayarkan untuk suatu transaksi.
Setiap transaksi yang merupakan pembelian aktiva perusahaan dicatat berdasarkan harga perolehannya. Dalam laporan keuangan, harga perolehan aktiva ini akan selalu tampak, sekali pun nilai netto aktiva sudah tidak mencerminkan harga perolehannya lagi disebabkan adanya akumulasi penyusutan.

2. Prinsip Harga Pertukaran (Principle Of Cost Exchange)
Transaksi keuangan harus di catat sebesar harga pertukaran, yaitu jumlah yang harus diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut. Akutansi mengasumsikan (Diperhitungkan) bahwa harga uang disetujui pada saat terjadinya suatu transaksi pertukaran ditentukan secara obyektif oleh pihak-pihak yang bersakutan serta didukung oleh bukti-bukti yang dapat diperiksa kelayakannya oleh pihak-pihak yang bebas

3. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

4. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.

5. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

6. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya


~Untuk mengetahui Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Klik di sini.


B. Pelaporan Keuangan

Pelaporan Keuangan adalah : Seluruh upaya dan pemikiran tentang informasi apa yang harus dimasukkan dalam sistem pelaporan, kualitas informasi dan bagaimana cara pengungkapan informasi tersebut.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Tujuan Umum Laporan Keuangan

- Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
- Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha dalam tangka memperoleh laba.
- Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
- Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban.
- Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.



Terima kasih kepada : http://trz77.blogspot.com/2012/10/prinsip-prinsip-akuntansi-dan-tujuan.html#ixzz2Jh8y1qWd ; http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&ved=0CHgQFjAG&url=http%3A%2F%2Faji.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F13172%2FTa2.doc&ei=i1YMUfGMOMnPrQedyYAo&usg=AFQjCNGtXc94OmSPy7VqjP1G9Ju9l8__Ag&sig2=qeEhm-_xeLSXoCIQjF0wAw&bvm=bv.41867550,d.bmk
gambar : http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&docid=d-6pgfpnnAe5DM&tbnid=SfyYxqF1EfpgtM:&ved=0CAQQjxwwAA&url=http%3A%2F%2Fkeuanganlsm.com%2Farticle%2Faudit%2Fstandar-pelaporan-pertama-audit-laporan-keuangan%2F&ei=ilcMUYKTEsjmrAe0roHwCA&psig=AFQjCNG_uVexZ_8gHS40wlWsa5sTguytBA&ust=1359849738435091

2 komentar

Menurunkan Kolesterol said...

nice post

Hari Muhlia said...

lumayan dapat ilmu baru.. :D

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK