Selamat membaca
Struktur Laporan Realisasi Anggaran dan Klasifikasi Anggaran
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Struktur Laporan Realisasi Anggaran dan Klasifikasi Anggaran

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Struktur Laporan Realisasi Anggaran dan Klasifikasi Anggaran

Struktur Anggaran
Anggaran terdiri dari anggaran pendapatan, anggaran pembiayaan, dan anggaran belanja. Secara garis besar anggaran dapat disusun sebagai berikut :

a. Pendapatan                                       .....................................
b. Belanja                                               .....................................
c. Surplus/ Defisit (a-b)                                                            .....................................
d. Pembiayaan :
     - Penerimaan Pembiayaan                .....................................
     - Pengeluaran Pembiayaan               .....................................
     Pembiayaan Neto                                                                .....................................
e. Sisa Lebih/ Kurang Pembiayaan Anggaran
    (SILPA/ SIKPA) (c-d)                                                              .....................................

*disandingkan juga antara anggaran dan realisasinya ketika dibuat LRA


Pendapatan
Pendapatan Pemerintah Pusat terdiri dari :
1. Pendapatan Pajak
- Pendapatan Pajak dalam Negeri
  • PPh
  • PPN dan PPnBM
  • PBB
  • BPHTB
  • Cukai
  • Pajak lainnya
- Pajak Perdagangan Internasional
  • Bea Masuk
  • Pungutan Ekspor
2. Pendapatan Bukan Pajak (PNBP)
  • Penerimaan Sumber Daya ALam
  • Penerimaan bagian Pemerintah atas Laba BUMN
  • PNBP lainnya
3. Hibah
penerimaan yang diterima pemerintah baik berupa uang maupun barang modal yang sumbernya dari dalam dan luar negeri dan hibah lainnya.

Belanja
Belanja diklasifikasikan menurut :
1. Fungsi
  • Pelayanan Umum
  • Pertahanan
  • Ketertiban dan Keamanan
  • Ekonomi
  • Lingkungan Hidup
  • Perumahan dan Fasilitas Umum
  • Kesehatan
  • Pariwisata dan Budaya
  • Agama
  • Pendidikan
  • Perlindungan Sosial
2. Belanja Operasi dan Belanja Modal
Berdasarkan karakternya, belanja dikategorikan menjadi : belanja operasi (belanja sehari-hari pemerintah pusat) dan belanja modal (pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi).

3. Ekonomi
- Belanja Operasi
  • belanja pegawai
  • belanja barang
  • pembayaran bunga utang
  • subsidi
  • hibah
  • bantuan sosial
  • belanja lain-lain
- Belanja Modal
  • belanja modal - tanah
  • belanja modal - peralatan dan mesin
  • belanja modal - gedung dan bangunan
  • belanja modal - jalan, irigasi, dan jaringan
  • belanja modal - aset tetap lainnya
  • belanja modal - aset lainnya
4. Organisasi
dialokasian per organisasi (Kementerian/ Lembaga) menurut strukturnya dan disajikan di Catatan atas Laporan Keuangan tapi tidak ditunjukkan di lembaran muka laporan keuangan.

Transfer ke Daerah
pengeluaran pemerintah pusat untuk ditransfer ke daerah dalam bentuk :
- Dana Bagi Hasil
- Dana Alokasi Umum
- Dana Alokasi Khusus

Pembiayaan
Pengertian pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik pengeluaran maupun penerimaan, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali. Pembiayaan ini diharapkan dapat menutup defisit anggaran pemerintah. Penerimaan Pembiayaan di antaranya berasal dari pinjaman dan hasil divestasi sementara pengeluaran dapat berupa pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain dan penyertaan modal pemerintah. Sedangkan menurut asalnya, pembiayaan dapat dibagi menjadi dari dalam negeri dan dari luar negeri.

Pembiayaan Neto dan SI L/K PA
Pengertian pembiayaan neto adalah selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan.
Sisa Lebih/ Kurang Pembiayaan Anggaran akan akan selalu berjumlah nihil karena kebijakan surplus/ defisit ditetapkan untuk menutup / memanfaatkannya. Sedangkan pada realisasi, pada umumnya SILPA akan muncul. {lamanbaca}

sumber : modul PSAP No. 02 Laporan Realisasi Anggaran
gambar : andrisofda.blogspot.com

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK