Selamat membaca
Perbedaan Barang Swasta dan Barang Publik
semoga bermanfaat

Label

Translate

Powered by Blogger.

Followers

Top Commentators


Perbedaan Barang Swasta dan Barang Publik

Bacaan online berisi pengetahuan, fakta, dan opini tentang Islam dan akuntansi | Artikel dan gambar unik, aneh, serta lucu

Blog ini sangat memerlukan komentar anda untuk dapat terus berkembang, apapun saran dan kritik anda sangat membanggakan bagi saya untuk menerimanya | Ber-Tukar Link / Banner adalah salah satu hal yang kami tunggu | Anda dapat juga Follow Blog ini dengan klik button "join this site", dan ikuti instruksi selanjutnya | Apabila artikel di blog ini anda sukai atau dinilai bermanfaat bagi yang lain, mohon untuk membagikannya ke teman anda melalui klik tombol share (facebook dan tweeter) di bawah judul artikel, atau dengan klik "like" | Terima kasih telah mengunjungi Blog Ini || by: Resna Tazkiyatunnafs, Magetan 21-5-1991||

Perbedaan Barang Swasta dan Barang Publik

Perbedaan Barang Swasta dan Barang Publik - Tidak semua barang dan jasa yang ada dapat disediakan oleh sektor swasta, atau barang swasta. Barang dan jasa yang tidak dapat disediakan oleh sistem pasar ini disebut barang publik. Sistem pasar tidak dapat menyediakan barang / jasa tertentu oleh karena manfaat dari adanya barang tersebut tidak hanya dirasakan secara pribadi akan tetapi dinikmati oleh orang lain.

Barang swasta adalah barang yang dapat disediakan melalui transaksi antara penjual dan pembeli. Atau barang yang untuk mengonsumsinya diperlukan pengorbanan harta melalui transaksi jual-beli. Contohnya adalah mobil, pensil, buku, tas, dsb yang dijual di pasaran.

Barang publik adalah barang yang baik secara teknis maupun secara ekonomis tidak dapat ditetapkan prinsip pengecualian atas barang tersebut. Contohnya adalah peradilan dan keamanan. Ada juga barang yang termasuk dalam barang publik walaupun mempunyai sifat pengecualian, misalnya jalan-jalan dapat disediakan melalui sistem pasar.

Menurut Stiglitz, 1986 (dalam Syahrir, 1986 : hal 4), disebutkan ada 2 (dua) elemen yang selalu ada pada setiap barang publik, yakni :
- Tidak dimungkinkannya menjatah barang-barang publik bagi setiap individu (orang-perorang).
- Sangat sulit untuk menjatah dan membagi-bagikan barang publik.

Sedangkan menurut King (1984 : hal 10), menyebutkan bahwa barang-barang publik dibatasi oleh dua sifat yaitu :
- Konsumsinya tidak dapat dibagi-bagi
- Tidak dapat dibagi-bagikan kepada orang-perorang.

Perbedaan antara barang swasta dan barang publik ditunjukkan dengan ciri-ciri masing-masing, yaitu :
Barang swasta murni :
Ciri utama : dapat dikecualikan dan rival
1. biaya pengecualian rendah,
2. dihasilkan oleh swasta,
3. dijual melalui pasar,
4. dibiayai oleh hasil penjualan,
5. dihasilkan swasta / pemerintah.

Barang publik murni :
Ciri utama : tidak dapat dikecualikan dan nonrival
1. biaya pengecualian besar,
2. dihasilkan oleh pemerintah,
3. disalurkan oleh pemerintah,
4. dijual melalui pasar atau langsung oleh pemerintah.

Selain barang publik / swasta murni terdapat juga barang publik / swasta yang kuasi / campuran. Barang campuran adalah barang yang tidak mempunyai dua karekteristik sekaligus, yaitu pengecualian (excludable/ exclusivity) dan rival (rivalry).

Yang dimaksud dengan pengecualian adalah ketika hak milik/ pakai suatu barang didapat seseorang melalui transaksi, orang lainnya dapat dihidarkan dalam mengonsumsi barang tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan rival adalah penggunaan yang bersaingan. Apabila seseorang mengonsumsikan dalam jumlah jumlah banyak, maka orang lainnya akan mengonsumsinya lebih sedikit.

sumber :
gambar : imeinars.blogspot.com

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Popular Posts

Support kontes SEO FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK